Entaskan Kemiskinan, Nevi Irwan Prayitno Minta Peran PKK Ditingkatkan

254
Ketua TP PKK Sumbar, Nevi Irwan Prayitno jadi pemateri di rakor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Nagari di Padang. Ist.

JURNAL SUMBAR | Padang Ketua TP PKK Provinsi Sumbar, Hj. Nevi Irwan Prayitno meminta agar peran PKK ditingkatkan dalam pengentasan kemiskinan di nagari dan desa. Hal ini disampaikannya saat menjadi pemateri dalam Rapat Koordinasi Pendataan Dana Bergulir dan Aset Lainnya Program Pasca PNPM-MPd Tahun 2018 di Hotel Daima Padang, Selasa 16 Januari 2018.

Dengan makalah berjudul “Peran PKK Dalam Pelayanan Sosial Dalam Rangka Pengentasan Kemiskinan”, Nevi mengatakan, 10 Program Pokok PKK sangat berkembang terhadap kehidupan rumah tangga. “Apa yang diajarkan dalam 10 Program Pokok PKK sangat banyak sekali memengaruhi kehidupan kita, mulai dari kehidupan rumah tangga sampai ke kehidupan dalam peta NKRI,” ujarnya.

Dikatakan Nevi, majunya suatu bangsa dan negara ditentukan dari rumah tangga terlebih dahulu. “Pembinaan dan pendidikan di rumah tangga merupakan langkah awal terbentuknya Insan Kamil atau manusia seutuhnya,” paparnya.

Jadi, tegas Nevi, pembinaan karakter dan akhlak itu memang dimulai dari orang tua di rumah tangga, maka sudah seharusnya ditingkatkan pemahaman dari peranan PKK tersebut. “Apalagi di masa sekarang masalah Lesbian, Guy, Besex dan TransGender (LGBT) semakin berkembang, tidak saja di perkotaan tetapi juga di pededaan atau di Nagari,” tegasnya.

Lebih dijelaskan, penerapan 10 Program Pokok PKK yang mantap tentu penyebaran LGBT akan dapat pula dicegah. “Untuk itu, peran PKK harus didukung oleh semua aspek dan semua tingkatan, mulai dari Pusat, Provinsi, Kabupaten dan Kota serta Nagari dan Desa, sehingga kemiskinan yang merupakan musuh kita semua dapat pula dientaskan oleh PKK,” jelasnya.

Selanjutnya Nevi menyampaikan, sesuai data tahun 2017, penduduk miskin terbanyak di pedesaan yaitu 17.670.000 jiwa, penduduk miskin perkotaan 10.340.000 jiwa, dan penduduk miskin secara Nasional adalah 10,15 persen dari total jumlah penduduk Indonesia.

“Khusus penduduk miskin di Sumatera Barat tahun 2017 berkisar 35.999 jiwa atau 6,75 persen dari total jumlah penduduk Sumatera Barat,” sebut Nevi sembari mengatakan, kemiskinan itu pertama sekali dirasakan oleh anak, setelah itu ibunya dan terakhir barulah dirasakan oleh bapaknya.

Istri Gubernur Irwan Prayirno ini juga berharap kepada para Tenaga Ahli Pendamping Desa dan Pemerintah Nagar/Desa dan seluruh stake holder supaya ikut membina PKK di Nagari/Desa dengan melibatkan mereka dalam setiap pelaksanaan pembangunan di Nagari/Desa melalui 10 Program Pokok PKK. “Agar mereka lebih berdayaguna dan berhasilguna demi kemajuan bangsa Indonesia umumnya dan masyarakat Sumatera Barat khususnya,” pungkasnya.

Diakhir pemaparan materi oleh Ketua TP PKK Sumbar juga diadakan sesi tanya jawab dengan moderator Drs. H. Syafrizal Ucok. MM yang juga Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Nagari Sumatera Barat. Diskusi berjalan hangat dan sangat meriah, karena Syafrizal Ucok sangat piawai menggiring peserta untuk bertanya dan meminta arahan kepada pemateri. rilis / akral