Gerah, Nelayan Muaro Kandis Punggasan Buru Kapal Pukat Harimau

722
Kapal pukat harimau yang ditangkap nelayan dan dibakar massa di Muaro Kandis Punggasan beberapa waktu lalu. Ist.

JURNAL SUMBAR | Pesisir Selatan – Gerah melihat terus beroperasinya kapal-kapal lampara dasar atau pukat harimau mini (mini trawl) di daerahnya, nelayan Nagari Muaro Kandis Punggasan, Kecamatan Linggo Sari Banganti kembali melakukan aksi spontan. Tadi pagi, Selasa (23/1-2018), belasan nelayan memburu kapal-kapal pukat harimau yang beroperasi di sana.

“Sempat terjadi perang batu di tengah laut,” sebut Anjas, seorang staf Kantor Walinagari Muaro Kandis Punggasan kepada Jurnal Sumbar via ponselnya. “Tiga orang nelayan kita luka memar kena batu yang dilemparkan oleh awak kapal pukat harimau tersebut,” tambahnya. “Kini sudah dibawa berobat oleh pak Walinagari ke Pustu,” tembahnya lagi.

Dikatakan Anjas, nelayan setempat berhasil menyita satu unit alat tangkap “jaring” pukat harimau tersebut. “Jaring pukat harimau tersebut berhasil dibawa ke tepi sebagai barang bukti,” jelasnya. “Kini sudah diamankan untuk diserahkan ke aparat penegak hukum,” tambahnya.

Sebelumnya, Walinagari Muaro Kandis Punggasan, Helkamsi menjelaskan, aksi spontan nelayan tersebut dipicu oleh terus beroperasinya kapal-kapal pukat harimau di daerah tersebut. “Tadi pagi badai. Nelayan kita tidak bisa melaut, sementara kapal-kapal pukat harimau tersebut terus beroperasi. Merasa ditantang, maka terjadi lagi aksi spontan ini. Beberapa nelayan memburu kapal-kapal tersebut ke tengah laut dengan perahu payang,” paparnya.

Helkamsi berharap ada penindakan yang tegas bagi pelaku illegal fishing tersebut. “Ini sudah berlangsung lama, dan sudah sangat meresahkan nelayan di sini,” tegasnya. “Kita takut terjadi perang antar kampung kalau hal ini tidak segera diselesaikan sampai tuntas,” tegasnya lagi. “Kita berharap Pak Bupati Pessel segera buat surat edaran bahwa pukat harimau itu dilarang dan ada sanksi berat bagi pelakunya,” harapnya.

Kabid Tangkap, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pessel yang dikonfirmasi via ponselnya membenarkan kejadian tersebut. “Ini saya bersama buk Kadis menuju lokasi untuk menyelesaikannya,” ujarnya. “Pak Bupati dan Kapolres juga sudah menuju ke sana,” tambahnya. “Mudah-mudahan konfliknya tidak meluas,” harapnya.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu nelayan Muara kandis Punggasan menangkap dua unit kapal pukat harimau, dan sesampai di pantai langsung dibakar massa. Sebelumnya, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumbar juga menangkap satu unit dan dibawa ke Padang untuk proses hukum. Walau sudah sering ditangkap tapi kapal-kapal tersebut malah semakin banyak dan semakin nekat. Enye