HPN 2018, DLH Sumbar Tingkatkan Wawasan Wartawan Tentang Lingkungan

258
Gubernur Irwan Prayitno tampil sebagai keynote speaker seminar edukasi lingkungan yang diadakan DLH Sumbar untuk wartawan. (Poto: Dissha)

JURNAL SUMBAR | Padang – Guna meningkatkan wawasan wartawan, Dinas Lingkunan Hidup (DLH) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) gelar seminar edukasi lingkungan, Kamis (11/1-2018) di Padang. Seminar dengan tema “Jurnalis lingkungan membangun kesadaran/empati masyarakat terhadap lingkungan” itu digelar dalam rangka menyambut peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 9 Februari 2018 di Sumbar.

Kepala DLH Sumbar, Siti Aisyah dalam sambutannya menyebutkan, seminar tersebut merupakan upaya DLH Sumbar memberikan tambahan ilmu lingkungan bagi wartawan. “Isu lingkungan sangat strategis, dan seminar ini bisa menambah referensi isi pemberitaan yang akan disampaikan kepada masyarakat,” ujarnya. “Dan, selanjutnya perlu dibentuk forum wartawan lingkungan,” tembahnya.

Gubernur Irwan Prayitno yang membuka dan sekaligus jadi keynote speaker pada semintar tersebut mengatakan, “Ini adalah langkah baik dalam menyatukan cara pandang yang sama terhadap lingkungan, sehingga kita sama-sama dapat menjaga lingkungan,” ujarnya.

Dikatakan Irwan Prayitno, jika tidak ada satu pandangan dalam melihat satu persoalan, maka akan menghasilkan penilaian yang berbeda pula. “Untuk itu, bila media sudah satu pandangan melihatnya, maka semua persoalan terkait lingkungan dapat di atasi dengan baik,” jelasnya.

Ditambahkannya, Pemprov Sumbar sangat komit dalam menjaga lingkungan, terutama kelestarian hutan. “Ini dibuktikan dengan banyaknya penghargaan tentang lingkungan yang didapat Sumbar dari pemerintah pusat,” tegasnya.

Irwan Prayitno mengungkapkan, saat ini masih ada Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang tidak paham dengan aturan lingkungan, bahkan ada pula yang tidak mau tahu.

“Ada yang mengaku aktivis yang asal menentang saja. Tidak paham, ada yang pura-pura tidak paham. Kalau sudah begitu, susah. Untuk itu, dengan adanya wawasan lingkungan hidup yang diberikan pada wartawan, dapat menciptakan informasi yang tepat terkait lingkungan. Karena media menjadi sumber informasi yang berpengaruh bagi masyarakat,” paparnya.

Pakar Lingkungan Hidup Univerasitas Negeri Padang, Dr. Indang Dewata sebagai narasumber pada seminar yang diikuti 50 orang wartawan itu menekankan, konsep pengelolaan lingkungan ke depan harus melibatkan masyarakat, termasuk unsur pers. “Dan, setiap pembangunan harus diawali dengan kajian lingkungan hidup strategis (KLHS),” tegasnya. “Pemberitaan wartawan sangat penting dalam mengedukasi masyarakat untuk sama-sama menjaga kelestarian lingkungan,” tambahnya.

Wartawan senior Nita Indrawati Arifin dari PWI Sumbar lebih menekankan pada perlunya pemahaman istilah lingkungan dalam penulisan berita. “Disamping itu, wartawan juga perlu memahami aturan-aturan tentang lingkungan hidup dan instansi-instansi pengelolanya,” ujarnya. “Dan, informasi yang diberitakan tidak boleh sepotong-sepotong,” tegasnya.

Peserta seminar selanjutnya diajak kunjungan lapangan melihat kondisi sungai Batang Arau, dan diminta mengidentifikasi persoalan lingkungan yang terjadi. Untuk pemberitaan, wartawan diharuskan melengkapnya dengan data-data pendukung dan aturan-aturan yang memayunginya serta konfirmasi ke instansi terkait. dissha