Diduga Gangguan Jiwa, Warga Timbulun Tanjunggadang Tewas Gantung Diri

1266
Polisi di TKP melihat korban Nando sesaat setelah diturunkan dari gantungan. Ist

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Heboh. Diduga akibat gangguan kejiwaan, Apris Nando, 30 Tahun, warga Jorong Tandikek, Nagari Tembulun, Kecamatan Tanjung Gadang, Kabupaten Sijunjung, Propinsi Sumatera Barat, mati akibat bunuh diri dengan cara gantung diri.

Peristiwa kejutan warga itu pada hari Kamis (1/2/2018) sekirar pukul 20.00 WIB malam tadi.

Kapolres Sijunjung, AKBP Haji Imran Amir, SIK, MH, kepada Jurnal Sumbar, Jumat (2/2/2018) membenarkannya. Dijelaskan kapolres, laporan adanya warga gantung diri itu terkait Kapolsek Tanjung Gadang Iptu B. Mendrofa, SH dari Wali Nagari Timbulun Yiprisal.

Seketika Kapolsek dan anggotanya pun mendatangi tempat kejadian peristiwa (TKP). Dari informasi yang diperoleh, kejadian diketahui oleh orangtua perempuan korban bernama Zainab, pada pukul 20.00 WIB korban sudah dalam keadaan tergantung dengan menggunakan kain sarung.

Sebelum terjadi gantung diri, korban Nando pada pukul 18.30 WIB mengatakan kepada orangtua nya bahwa dia ingin gantung diri dikarenakan sakitnya. Dalam rumah korban Nando hanya tinggal berdua dengan ibunya sedangkan ayahnya berada di Nagari Aie Angek Kecamaran Sijunjung bekerja sebagai kuli kayu bernama Tamin.

Menurut keterangan Ibu korban kepada polisi, bahwa korban Nando mengalami ganguan jiwa sudah berkisar empat tahun dan terakhir berobat di Rumah Sakit Sijunjung pada tanggal 27 Januari 2018.

Pada saat Kapolsek dan anggota sampai di TKP pada pukul 22.06 WIB korban sudah ditemukan oleh sanak familinya. Saptarius