Bupati Irfendi Ajak Masyarakat Bantu Sejahterakan Guru Mengaji

137

JURNAL SUMBAR | Limapulub Kota – Bupati Limapuluh Kota, H. Irfendi Arbi mengatakan, guru mengaji memiliki peran sangat penting dalam pembentukan perilaku generasi muda yang berakhalakul karimah. Untuk itu, semua pihak diharapkan bisa memberikan perhatian terhadap para pengajar di bidang keagamaan tersebut.

“Guru mengaji merupakan garda terdepan dalam pembentukan karakter generasi. Selain itu, mereka juga berkontribusi positif dalam pencapaian visi Kabupaten Limapuluh Kota sejahtera dan dinamis, yang maju, amanah, bermartabat dan berpendidikan, berlandaskan iman dan taqwa,” papar Bupati Irfendi Arbi di hadapan masyarakat Kenagarian Andaleh Kecamatan Luak ketika meresmikan pembangunan sejumlah infrastruktur di nagari itu, belum lama ini.

Dikatakan, guru mengaji sangat berjasa besar dalam menanamkan kecintaan generasi terhadap Alquran sejak dini. Mereka mengajarkan dan membimbing anak di daerah ini membaca tulis Alquran dengan hanya mendapatkan honor sangat minim, bahkan tak jarang yang bersifat sukarela.

“Para guru ngaji mempunyai peran penting dalam mencerdaskan spritualitas generasi. Namun sayang, apresiasi terhadap guru ngaji masih rendah dan tidak sebanding dengan pengabdian yang mereka suguhkan,” tutur Irfendi.

Kendati hanya menerima honor yang kurang memadai, bahkan hanya secara sukarela, namun mereka tetap mengajar dengan ikhlas, demi melahirkan generasi Qurani. “Mereka bekerja dengan ikhlas demi membebaskan generasi buta baca tulis Alquran. Hebatnya lagi, dalam pengabdiannya para guru mengaji ini tak jarang yang mengorbankan waktu dan urusan pribadinya,” ucap Irfendi.

Diakui Irfendi, tahun 2017 lalu Pemkab Limapuluh Kota telah menyalurkan insentif bagi para guru mengaji dan garin masjid sebesar Rp2,1 milyar. Namun, dana sebanyak itu belum terlalu memadai, karena dibagi buat ratusan orang guru mengaji dan garin masjid.

Untuk meningkatkan kesejahteraan bagi pahlawan tanpa tanda jasa itu, masyarakat diharapkan ikut memberikan perhatiannya. Bentuknya, mungkin saja berupa penggalangan honor dan kelengkapan fasilitas TPA/TPSA yang ada nagari.

“Kita sangat berterimakasih terhadap para guru mengaji, meski hanya memperoleh honor yang kecil, namun mereka tetap rela memberikan waktunya untuk mengajar dan mengorbankan sebagian waktunya buat usaha ekonomi dan urusan pribadinya,” papar Irfendi sembari mengajak semua pihak itu ikut aktif mensuport para guru mengaji. Suwanda