Jawara Media Terbaik Diumumkan Malam Ini

131

JURNAL SUMBAR | Padang – Puncak acara kompetisi tahunan yang diadakan Serikat Perusahaan Pers (SPS), The 9th Indonesia Print Media Awards (IPMA), The 7th Indonesia inhouse Magazine Awards (InMA), The 7th Indonesia Students Print Media Awards (ISPRIMA), dan The 5th Indonesia Young Readers Awards (IYRA) akan berlangsung malam ini di Hotel Mercure, Padang, Rabu (7/2/2018).

IPMA merupakan forum tahunan kompetisi sampul muka (cover) media cetak nasional (majalah, tabloid, dan suratkabar harian). Sementara InMA adalah apresiasi atas kinerja pengelola inhouse magazine baik versi cetak maupun digital. IYRA merupakan arena kompetisi tahunan desain rubrik anak muda pada suratkabar harian. Adapun ISPRIMA adalah kompetisi sampul muka majalah pers mahasiswa.

Mengangkat tema “Kreativitas Tanpa Batas di Era yang Terus Berubah”, tahun ini, ajang yang menjadi wahana pemacu lahirnya karya sampul muka media cetak, digital, dan konten yang kreatif serta inovatif sejak 2010 itu diikuti 789 entri. Terdiri dari IPMA (419 entri), InMA (189 entri), IYRA (121 entri), dan ISPRIMA (60 peserta). Menurun tipis dari tahun 2017 yang diikuti 791 entri.

Delapan juri diterjunkan untuk menilai karya-karya peserta. Mereka adalah Asmono Wikan dan Nina Armando (Aspek Komunikasi Massa), Danu Kusworo dari Harian KOMPAS (Aspek Foto), Ika Sastrosoebroto dari Prominent PR (Aspek Ide Kreatif), Meiliana dari BNI (Aspek Pengiklan), Mas Sulistyo dari DM-ID (Aspek Branding), Ndang Sutisna dari First Position Groups (Aspek Ide Kreatif) dan Oscar Motulloh dari Antara (Aspek Foto). Penjurian berlangsung secara maraton 15 – 18 Januari 2018.

Meski jumlah entri tahun ini mengalami penurunan, kabar gembiranya, dari segi kualitas karya terdapat peningkatan signifikan. Hal ini tergambar dari komentar para juri. Meiliana, juri IPMA dan IYRA, berpendapat media cetak masih eksis meski digempur oleh kehadiran media on-line. “Mereka mampu menyajikan secara komprehensif antara teks dengan visual sehingga pembaca atau pengiklan dapat mengetahui pesan secara lengkap hanya dengan melihat sampul depan,” katanya.

Nina Armando menemukan lebih sedikit karya yang membawa pesan kuat. Tapi dari sisi kualitas, juri IPMA dan IYRA dari aspek komunikasi massa ini memuji kejelian para jurnalis dalam melihat sejumlah isu yang memiliki keterkaitan, lalu disatukan dalam sebuah bingkai sehingga pembaca mendapat perspektif baru. Karya IYRA tahun ini pun, menurutnya, lebih kaya. rilis