Limapuluh Kota Raih Penghargaan BPBD Terbaik Nasional

202

JURNAL SUMBAR | Limapuluh Kota – Bupati Limapuluh Kota, H. Irfendi Arbi kembali membawa oleh-oleh penghargaan tingkat nasional bagi daerahnya. Jika dua pekan lalu Irfendi berhasil merebut predikat bupati pembina terbaik dalam penggunaan dana desa dari Mendagri, kali ini ia sukses meraih penghargaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terbaik tahun 2018.

Penghargaan BPBD terbaik 2 Nasional Wilayah 3 tingkat kabupaten/kota itu diserahkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei pada acara Rapat Kerja Nasional Penanggulangan Bencana 2018 di Nusa Dua Convention Center, Badung, Bali, Kamis (22/2).

Prestasi bergengsi itu raih Kabupaten Limapuluh Kota, atas pelaksanaan penanggulangan bencana tahun 2017 dan rencana kerja tahun 2018 yang dinilai telah terlaksana dengan baik. Apalagi, selama ini setiap kali ada kejadian bencana, kepala daerahnya senantiasa turun langsung ke lapangan memimpin penanganan bencana tersebut.

Selain mendapatkan piagam penghargaan BPBD terbaik satu-satunya dari Provinsi Sumatera Barat, Kabupaten Limapuluh Kota juga mendapatkan kepercayaan dari BNPB untuk melaksanakan kegiatan pelatihan sekolah gunung.

Bupati Limapuluh Kota H Irfendi Arbi yang didampingi Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Limapuluh Kota H. Joni Amir, S.Sos usai menerima penghargaan itu di Bali, mengaku sangat bersyukur dan berterimakasih atas perolehan penghargaan tersebut. Ia berharap, prestasi itu dijadikan motivasi untuk bekerja lebih baik lagi dalam penanggulangan bencana yang akan mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat.

“Yang pasti, kita sangat berterimakasih kepada Kepala BNPB yang telah menganugerahi kita penghargaan terbaik nasional. Disamping itu terimakasih terhadap BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, pihak TNI/Polri, OPD terkait dan lainnya yang telah menunjukan kerja keras dan sinergitasnya dalam penanggulangan bencana selama ini,” tutur Irfendi.

Irfendi berharap penghargaan tersebut mampu menjadi pelecut motivasi agar BPBD di daerah ini mampu meningkatkan kinerja di bidang penanggulangan bencana yang lebih baik lagi ke depannya. Terlebih dalam hal koordinasi, kolaborasi, dan kerja sama dengan berbagai pihak dalam penanggulangan bencana di Luak Limopuluah ini.

“Penghargaan itu diberikan karena kita dinilai telah memberikan kontribusi besar dalam penanganan bencana. Ini harus menjadi pemicu semangat kita untuk tampil lebih baik lagi dalam penanggulangan bencana dan menyuguhkan pelayanan maksimal bagi masyarakat Limapuluh Kota ke depannya,” tutur Irfendi.

Sejumlah pihak mengapresiasi perolehan penghargaan BPBD terbaik bagi Kabupaten Limapuluh Kota itu. Mereka menyebut penghargaan tersebut jelas tidak terlepas dari peran aktif Bupati Irfendi yang senantiasa mendukung kegiatan penanganan setiap bencana yang terjadi di daerah ini bersama stakeholders terkait lainnya.

“Penghargaan itu jelas tidak terlepas dari kerja keras tanpa lelah dan luar biasa yang ditunjukan bupati dan BPBD, TNI/Polri serta berbagai pihak lainnya dalam menangani setiap bencana yang terjadi di daerah ini. Bahkan, saya sendiri sering melihat sendiri Bupati Irfendi Arbi selalu terjun langsung ke kalapangan saat bencana terjadi di wilayah Pangkalan,” ujar salah seorang tokoh masyarakat Nagari Koto Alam Kecamatan Pangkalan Haidir Harun.

Senada Ketua Bamus Kenagarian Guguak VIII Koto Fakhri Dt. Sumu juga mengapresiasi Pemkab Limapuluh Kota. Ia melihat, selama ini Bupati Irfendi seolah tak pernah lelah berjibaku memimpin langsung penanganan bencana di daerah ini. Kendati senantiasa di goyang dan diserang secara politis, tapi Irfendi tetap eksis dan mampu menunjukan kebolehannya dengan membawa nama Limapuluh Kota ke kancah Nasional.

“Kami mengacungi jempol terhadap Bupati Limapuluh Kota. Sebab, tidak hanya sekarang, sebelumnya daerah ini juga sukses mengoleksi puluhan prestasi tingkat nasional. Semua itu tentu tidak terlepas dari kerja keras dan perjuangan luar biasa yang ditunjukan bupati beserta jajaran, dan berbagai pihak terkait, serta para relawan,” ujar Fakhri.

Tak kalah hebatnya, sela tokoh masyarakat Situjuah Limo Nagari Don Vesky Dt. Tan Marajo, pihak BNPB juga mempercayai kabupaten ini untuk melaksanakan pelatihan sekolah gunung. “Saya kira kita patut berbangga dengan prestasi dan kepercayaan dari BNPB tersebut,” ucap Don Vesky.

Sebelumnya Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei dalam sambutannya pada acara penyerahan penghargaan itu, menyebut apresiasi kinerja yang diberikan BNPB itu diharapkan dapat memacu BPBD untuk terus berinovasi.

“Kita berharap penghargaan ini dapat memacu kinerja BPBD yang lain untuk dapat memberikan pelayanan yang baik terhadap masyarakat. Sehingga akan terwujud pengurangan resiko bencana untuk pembangunan berkelanjutan,” papar Willem.

Dikatakan Willem, apresiasi yang diberikan BNPB tersebut merupakan wujud sinergi konkret di lapangan. Sebab, sinergi menurut Willem, benar-benar menjadi kunci dalam setiap penanggulangan bencana. Dikatakan juga, penghargaan itu diberikan karena BPBD bersangkutan dinilai telah memberikan kontribusi besar dalam penanganan bencana.

“Saya mengucapkan terima kasih atas upaya koordinasi, kolaborasi, dan kerja sama yang telah dilakukan BNPB, BPBD, dan berbagai pihak untuk kepentingan yang lebih besar. Saya berharap sinergi ini dapat terus ditingkatkan sehingga kita semua dapat memberikan kualitas pelayanan yang lebih baik terhadap masyarakat,” papar Willem pada penutupan Rakernas tersebut.

Dijelaskan, penilaian meliputi seluruh seluruh aspek penanggulangan kebencanaan mulai kesiapan, penanaganan saat terjadi bencana hingga rehabilitasi.

Dalam acara yang dibuka oleh Menteri PMK Puan Maharani itu ikut hadir Menteri Dalam Negeri, Menpan RB, Menteri Kesehatan, serta seluruh BPBD kabupaten/kota se Indonesia. Suanda