Meski Tinggal di Gubuk Reot, Sutan Tetap Istiqamah Ajarkan Alquran

181
Bupati Irfendi Arbi serahkan bantuan kepada guru mengaji Sutan dan keluarga. Ist.

JURNAL SUMBAR | Limapuluh Kota – Dari Gubuk reot yang beratap seng berkarat, terlihat seorang laki-laki tua renta, namanya guru Sutan (60), begitu kakek itu disapa 48 muridnya. Sutan merupakan seorang guru mengaji di Nagari Tarantang, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota.

Dengan Istiqomah, Sutan yang dibantu istrinya satu persatu meluruskan hafalan murid-muridnya di ruangan rumah reotnya berdinding kayu. Rumah tersebut menjadi tempat tinggal Sutan bersama istri sekaligus tempat dirinya mengajar anak-anak nagari tarantang mengaji.

Meski mengajar minim gaji, semangat Sutan untuk menanamkan pendidikan-pendidikan Islam tidak pernah memudar, setiap sore hari dimulai pukul 15.00 WIB sampai 17.00 WIB Sutan selalu menyempatkan waktunya untuk mengajar anak-anak tersebut mengaji. Dia sangat pihatin dengan berbagai prilaku premanisme zaman sekarang, inilah yang menjadi landasan bagi Sutan untuk terus menanamkan pendidikan akhlak bagi anak-anaknya.

Suasana kusyu tersebut tiba-tiba buyar ketika orang nomor satu di kabupaten itu datang menghampiri rumahnya, Senin (20/2) sore kemarin. Ya, orang dermawan rendah hati itu ialah Bupati Irfendi Arbi, yang sejak beberapa hari sebelumnya mendapat laporan kegigihan dan semangat bapak Sutan dalam mananamkan ilmu Alquran di Nagari Tarantang.

“Assalamulaikum, iko rumah bapak Sutan,” terdengar suara bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi di luar rumahnya. Ia yang sudah mengenal wajah Bupati, tampak terkesima dengan raut wajah penuh tanya, ketika di hampiri Bupati.

“Ambo sangajo datang ka siko, nio maantakan bareh jo saketek bantuan untuak apak Sutan, sekaligus mancaliak keadaan apak. Mudah-mudahan lai bisa mambantu kebutuhan Apak jo keluarga,” kata Irfendi, seraya menyerahkan dua karung beras ke tangan bapak Sutan.

Melihat kondisi itu, bapak Sutan bersama istrinya langsung menyambut karung beras. Dengan wajah sumringah dan penuh tanda tanya, bapak itu pun langsung mengacungkan tangan kanannya untuk bersalaman, seraya mengucapkan terima kasih kepada Bupati. “Tarimo kasih banyak Pak Bupati, lah jauah-jauah datang kasiko,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Baa kondisi apak kini? lai sehat anak-anak nan mengaji? begitulah pertanyaan bupati kepada Sutan sambil meninjau kondisi rumah bapak Sutan. “Model ikolah pak kondisi rumah kami, kalau lah tibo hujan, aie masuak ka dalam rumah, tapaso anak-anak nan sadang mangaji tagak baraja lai,” sebutnya.

Mendapat kabar tersebut, bupati yang didampingi berapa kepala-kepala OPD lainnya langsung memerintahkan instansi terkait untuk mencarikan solusi dalam memperbaiki rumah yang dihuni bapak Sutan, “Insyaallah, kita akan bantu bersama-sama, sehingga rumah sekaligus tempat mengaji anak-anak ini menjadi layak untuk ditempati,” ujar bupati.

Menjawab pertanyaan wartawan, Irfendi mengatakan tugas yang dilakukan bapak Sutan ini sangat mulia bahkan lebih mulia dari dirinya yang saat ini menjabat sebagai bupati. “Menjadi seorang guru ngaji seperti bapak Sutan ini, adalah modal dan jalan tol menuju ke surga. Mereka senantiasa mengajar dengan semangat, meskipun kadang mereka tidak mendapatkan gaji yang memadai, namun bapak Sutan ini tetap semangat dan tidak mengeluh dalam pengabdiannya,” ujarnya.

Dikatakannya, guru mengaji ini sangat mempunyai peran penting dalam melahirkan generasi yang qurani. Karenanya, pengajar Alquran tersebut harus mendapatkan sokongan dan perhatian serius, tidak saja dari pemerintah, namun juga dari masyarakat.

“Terutama dengan kelengkapan sarana prasarana, peningkatan kualitas dan kelayakan hidup para guru mengajinya. Selama ini para guru mengaji itu sudah mendapatkan bantuan honor dari kegiatan baliak basurau, namun untuk kelanjutannya Pemkab masih mencari peluang terbaik,” pungkasnya. Suwanda