Pembangunan Pariwisata Sumbar Jadi Perhatian Pemerintah Pusat

614
Wagub Nasrul Abit pimpin delegasi Sumbar rapat bahas pariwisata dan ekonomi Sumbar dengan Menko Maritim dan Menteri Pariwisata di Jakarta, Kamis (15/2-2018). Ist.

JURNAL SUMBAR | Jakarta – Upaya percepatan pembangunan daerah tertinggal di Sumatera Barat, agar tahun 2019 sejajar dengan kabupaten/kota lainnya, Pemprov Sumbar upayakan pembangunan infrastruktur pariwisata, agar juga terjadi percepatan peningkatan minat kunjungan wisatawan ke Sumatera Barat.

Hal ini disampaikan Wagub Nasrul Abit setelah melakukan rapat pertemuan dengan Menko Kementerian Maritim, Menteri Pariwisata dan OPD terkait di Ruang Rapat Kemenko Maritim, Kamis (15/2/2018).

Rapat Koordinasi hari ini juga dihadiri Bupati Pesisir Selatan, Bupati Pasaman Barat, Bupati Solok Selatan, Bupati Mentawai, dan Bupati Dhamasraya, beserta Dirjen dari kementerian terkait dalam mempercepat pembangunan di Sumatera Barat.

Wagub Nasrul Abit menyampaikan, untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mentawai dalam mempercepat pembangunan pariwisata akan ditunjang dengan pembangunan infrastruktur pelabuhan, dan untuk membawa semua hasil daerah di Siberut dan pembangunan Bandara Rokot dalam memperlancar transportasi ke Kabupaten Kepulauan Mentawai sebagai upaya memajukan sektor ekonomi.

Untuk pembangunan Kabupaten Dhamasraya, pembangunan jalan menjadi hal penting yang amat dibutuhkan dalam memperlancar transportasi untuk mengerakan pembangunan sektor ekonomi maupun di bidang Pariwisata.

Sementara Kabupaten Pesisir Selatan untuk kawasan Mandeh segera menindaklanjuti penyelesaian administrasi, lahan dan segala yang dibutuhkan, sehingga tidak ada lagi yang menghambat dalam pelaksanaannya.

Untuk Kabulaten Solok Selatan yang sangat dibutuhkan yaitu promosi baik dalam maupun luar negeri, terutama akses dan infrastruktur yang nantinya bisa menunjang kunjungan wisata di Solok Selatan.

“Selain itu, pembangunan jalan Alahan Panjang ke Solok Selatan juga penting dalam melepaskan dari status daerah tertinggal,” ungkap Wagub Nasrul Abit.

Wagub Nasrul Abit juga menyampaikan, di daerah Kabupaten Pasaman Barat yang menjadi perhatian penting yaitu pembangunan jalan akses menuju ke pelabuhan Teluk Tapang, dimana potensi sehingga potensi panen Kelapa Sawit ke pelabuhan utama di pelabuhan Teluk Bayur bisa menekan biaya pengangkutan dari Pasaman Barat.

Selain akses jalan, pembangunan pelabuhan Teluk Tapang masih perlu pengembangan dalam penyempurnaan, dan percepatan pembangunan perekonomian di Kabupaten Pasaman Barat.

“Kawasan desa terindah di dunia juga menjadi perhatian penting, yaitu Desa Pariangan juga menjadi penekanan oleh bapak Presiden RI,” terang Nasrul Abit.

Wagub Nasrul Abit juga mengingatkan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengusulan KEK, yaitu pengusul dalam pembuatan KEK, penguasaan lahan yang akan dijadikan KEK, studi kelayakan, masterplan usulan KEK, dan analisa dampak lingkungan.

“Ke depan promosi dan publikasi, dan dengan terpenuhinya syarat-syarat yang akan memudahkan dukungan, pembangunan di Sumatera Barat bisa dipercepat,” harap Nasrul Abit.