Reses, Ketua DPRD Padang Disambut Hangat Warga Banuaran

202
Ketua DPRD Kota Padang, Elly Trisyanti paparkan program kerjanya pada acara resesnya di hadapan warga Banuaran. Ist.

JURNAL SUMBAR | Padang – Ketua DPRD Kota Padang, Elly Trisyanti menerima Masjid Al Quwait, Kecamatan Banuaran Lubuk Begalung, Kota Padang, Jum’at (9/2/2017) siang.

Kedatangan Ketua DPRD Padang dalam rangka kunjungan.

Kehadiran Ketua DPRD perempuan pertama di Kota Padang ini sangat hangat para jamaah yang sebagian besar kaum ibu tersebut.

Ketua Masjid Al Quwait, Saribulih dalam sambutanya mengatakan, lihat ketua DPRD di Komplek Perumahan Mitra Utama ini diharapkan menjadi solusi terhadap masalah-masalah masyarakat.

Menurut Saribulih, yang juga Ketua RT 04 RW 11 ini, yang paling krusial adalah perhentian hujan satu jam saja, maka genangan udara tumpah ke jalan sampai 2 hari.

Kondisi kawasan ini karena menjadi hilir riol dari pasar pagi Parak Laweh. Tragisnya, sampah dari berbagai jenis ikut terbawa dan menghambat saluran riol. Sementara riolnya pun sudah sangat dangkal.

Ini, ujar Saribulih, sudah masuk Musrenbang sampai ke tingkat kecamatan setiap tahun. Namun, dalam pembahasan di DPRD, selalu hilang entah kemana.

“Alhamdulillah, dalam Musrenbang kecamatan tahun 2018 ini, masuk prioritas utama. Kami berharap ini tidak hilang lagi dalam pembahasan,” ujarnya.

Hal lain, tambah Saribulih, masih ada jalan lingkung yang belum dibeton di komplek ini. Parahnya, jalan tersebut berada di lingkungan masjid.

“Jalan ini sudah 2 kali diukur oleh dinas terkait. Namun, baru sebatas diukur tanpa ada realisasi,” ujarnya.

Hal yang membanggakan, menurut Saribulih, kepedulian masyarakat masih cukup tinggi di perumahan ini. Ini dibuktikan dengan ramainya warga melaksanakan Goro bulanan.

“Memang ada warga yang tidak bisa hadir, namun isteri ikut berpartisipasi menyediakan makanan ringan untuk mereka yang gotong royong,” ujarnya.

Begitu juga dalam hal pembangunan masjid, mereka saling bahu membahu. “Itu sebabnya pengurus tidak begitu gamang melanjutkan pembangunan fisik masjid. Alhamdulillah, pembangunan teras sudah hampir rampung, Saat ini kondisi keuangan memang sudah memprihatinkan, lantaran minus mencapai puluhan juta. Ke depan, kita tetap melanjutkan pemagaran, dengan angggaran kurang lebih Rp17 juta,” ujarnya.

Sementara, Camat Lubuk Begalung, Rosail Akhyari dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran Ketua DPRD ke tengah warga kali ini, khususnya di Lubuk Begalung.

“Apalagi Ibu Ketua DPRD berpengalaman dan punya kemampuan manajemen, kami harap bisa ditransfer ke warga di Lubeg ini,” ujar camat.

Menariknya, kehadiran Elly Trisyanti betul betul dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan uneg-uneg.

Deliwati selaku Ketua RT 05 RW 11 menyampaikan aspirasi tentang drainase yang belum memadai dan pihak Pemko hanya mengukur jalan saja yang lebih dari 1 km.

“Terus warga di sini sangat berharap realisasi fasum seperti masjid ini jalan dan drainasenya masih belum memadai yang bisa mengganggu umat beribadah jika hari hujan air tergenang dan banjir Sudah 10 kali proposal diusulkan,” ujar Deliwati.

Ketua Majelis Taklim Al Quwait, Zetri Murni menyampaikan aspirasi supaya Tahfidz Qur’an bisa gratis bagi keluarga kurang mampu dan bagi anak yatim. “Kemana mereka bisa menyampaikan proposal untuk memperoleh bantuan tersebut,” ujar Zetri yang juga satu kader Posyandu kelurahan tersebut.

Menariknya, Ketua Majelis Taklim Kelurahan Banuaran, Hj. Rahmadani justru meminta pada Ketua DPRD untuk membantu pengadaan Rabana Masjid Al Quwait.

“Saya berharap Ibu Ketua membantu pengadaan Rabana masjid ini. Karena satu satunya yang belum memiliki. Karena memang Majelis Taklimnya belum lama berdiri. Apalagi, kita dalam waktu dekat akan melaksanakan festival Rabana,” ujar perempuan berusia 82 tahun yang akrab dipanggil Elok ini.

Bak gayung bersambut, Ketua DPRD Kota Padang langsung mengeluarkan 15 lembar uang 100 ribu. “Saya sangat bangga dengan Ibuk Elok. Walau sudah tua namun tetap melibatkan diri dalam kegiatan masyarakat. Untuk itu saya akan bantu rabana tersebut pada saat ini juga,” ujarnya sambil menyerahkan uang Rp1,5 juta pada Ketua Majelis Taklim Banuaran.

Menyikapi keinginan warga, Elly mengatakan usulan masyarakat tersebut bisa disampaikan melalui Musrenbang. Namun, juga bisa ditampung melalui Pokok Pikiran (Pokir) anggota dewan. “Jika keuangan kota memadai maka bisa direalisasikan langsung,” ujarnya.

Dia juga menyarankan, agar membuat proposal. Dengan catatan organisasi tersebut sudah di SK-kan dari kelurahan dan terdaftar pada Bagian Kesra Pemko Padang.

Terkait Tahfidz Qur’an, Elly akan menyampaikan ke Kemenag untuk di subsidi. “Tahfidz ini penting, jika memang ada yang tidak mampu membayar Rp.50 ribu per bulan, kita akan carikan jalan keluarnya,” ujar Elly.

Elly Thrisyanti, mengatakan dirinya merupakan penyambung lidah masyarakat, menyampaikan aspirasi dan mendengarkan segala yang di keluhkan demi pembangunan Kota Padang.

“Sebagai pemangku amanah, saya akan terus bersilaturahmi dengan masyarakat. Harus bertanggungjawab dengan amanah yang diterima. Menjemput aspirasi dari segala bidang untuk disampaikan pada Pemko Padang agar bisa dieksekusi dan  direalisasi,” ujar Elly.

Ketiga, menurut Elly Thrisyanti reses bantah Pemko Padang pada daerah pemilihan. Selain itu bisa dituangkan dalam pokok pikiran anggota dewan dan kegiatan yang ada pada pemerintah kecamatan dan kelurahan.

Reses Elly Thrisyanti dihadiri Camat Lubuk Begalung, Lurah Banuaran, Ketua RW dan beberapa RT kelurahan. Juga hadir, Ketua Majelis Taklim Kelurahan Banuaran, Ketua dan Anggota Majelis Taklim Masjid Al Quwait, Kelompok Senam Banuaran dan Jamaah Masjid Al Quwait yang juga warga Perumahan Mitra Utama Banuaran. Advertorial