Soal Keracunan Makanan, Kadis Kesehatan Sijunjung Imbau Masyarakat Waspada

826

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Kasus korban keracunan makanan yang mencapai 33 korban itu sempat bikin heboh. Tak ayal, pihak medis pun dibikin sibuk dibuatnya.

Korban berjatuhan akibat keracunan makanan itu terus bertambah. Hingga Senin (5/2/2018) korban baru mencapai 31 orang. Namun hingga Senin (5/2/2018) sore korban bertambah menjadi 33 orang.

Terkait soal itu, Kepala Dinas Kesehatam Sijunjung, drg. Ezwandra, BSc, kepada Jurnal Sumbar, Senin (5/2/2018) sore pun tak menapiknya. “Ya, hingga saat ini korban sudah ada yang pulang setelah menjalani perawatan,” kata Ezwandra.

Lebih lanjut dijelaskannya, soal makanan yang diduga menyebabkan korban keracunan itu sudah diamankan. “Kini semple makanan langkitang dan pensi itu sudah dibawa ke Labkes Padang. Kita menunggu hasilnya,” jelas Ezwandra.

“Masyarakat harus berhati-hati membeli makanan, jadikan ini pembelajaran,” tambah Ezwandra

Seperti dilansir Jurnal Sumbar, Masyarakat Kabupaten Sijunjung, Propinsi Sumatera Barat, digegerkan atas banyak korban berjatuhan akibat makanan berupa pensi dan dan langkitang.

Setidaknya hingga, Senin (5/2/2018) sekitar pukul 16.00 WIB sudah tercatat sebanyak 33 korban keracunan makanan dirawat di Puskesmas Muaro Gambok dan dua orang diantaranya terpaksa dirujuk ke RSUD Sijunjung karena diduga gejalanya berlebihan dan shock.

“Sejak Minggu (4/2/2018) malam sekitar pukul 21.00 WIB para korban sudah dirawat dan hingga pagi Senin (5/2/2018) sampai sore terus berrambah,” kata salah seorang petugas yang menangani kasus korban keracunan makanan itu.

“Semua keluhan korban dan penyebabnya sama. Munta-muntah dan menceret dengan riwayat makanan sama makan pensi dan lengkitang,” tambah petugas itu.

Dari ke-33 korban keracunan makanan itu, diantaranya, 6 orang anak-anak, 8 orang remaja dan 19 orang dewasa. “Tapi diantara pasien sudah ada yang pulang setelah mendapatkan perawatan. Yang tersisa ada enam orang lagi dan itu pun pasien yang masuk siang dan sore,” ujar dr. Fani kepada Jurnal Sumbar, Senin (5/2/2018).

Informasi yang diperoleh, makanan pensi dan lengkitang itu dibeli warga dari pedagang di Muaro. Setelah menikmati makanan tersebut korban merasa mual-mual, muntah, sakit kepala dan menceret.

Belum diketahui secara jelas terkait soal penjual makanan tersebut. Namun di dapati informasi pihak polisi lagi mengumpulkan informasi termasuk menunggu hasil penelitian dari Labkes Padang.

“Saat ini masih dalam pengumpulan informasi dan pengumpulan data,” kata Paur Humas Polres Sijunjung, Iptu Nasrul kepada Jurnal Sumbar, Senin (5/2/2018) sore membenarkan kasus korban keracunan itu. Saptarius