Syukuran, Warga Padang Doto Nagari Aie Angek Sijunjung Gelar Barkaul Adat

301
Staf Ahli Bupati Sijunjung, Drs. Syahrial, MM hadiri acara berkaul adat di jorong Padang Doto, Nagari Aia Angek, Kecamatan Sijunjung, Senin siang,(19/2/2018). Ist.

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Staf Ahli Bupati Sijunjung, Drs. Syahrial, MM hadiri acara berkaul adat di jorong Padang Doto, Nagari Aia Angek, Kecamatan Sijunjung, Senin siang (19/2/2018).

Acara berkaul adat ini juga dihadiri juga oleh Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat asal Sijunjung Marlina Suswati, Anggota DPRD Kabupaten Sijunjung Nasri, Kepala Dinas Pendidikan Ramler, SH, MM, Camat beserta Forkopimcam Kecamatan Sijunjung, Niniak Mamak, Tokoh Masyarakat dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya Staf Ahli Syahrial mengucapkan selamat atas hasil panen yang didapat oleh masyarakat. “Karena berkaul adat ini biasanya pasti diadakan selesai panen setiap tahunnya,” kata syahrial.

Staf ahli Syahrial juga menegaskan bahwa keberhasilan di setiap daerah berasal dari kekompakan, persatuan dan kesatuan dari masyarakat di daerah tersebut. ” Karena kalau kita bersatu dan kompak pastinya rezeki dari Allah akan turun dengan sendirinya,” ujarnya.

Wali Nagari Aia Angek Asrial menjelaskan, acara berkaul adat ini diadakan 2 kali dalam setahun, dilaksanakan setelah memanen padi. “Kalau panen berlebih, insya Allah disetiap berkaul adat kita memotong kerbau,” katanya.

Dijelaskan, setiap panen, niniak mamak beserta masyarakat telah menyepakati bahwa setiap selesai panen diminta sumbangan kepada setiap kepala keluarga untuk mengeluarkan sumbangam lima gantang padi. “Hasilnya nanti dikumpulkan di masjid, kemudian dijual dan hasil penjualannya disumbangkan untuk pembangunan masjid,” terang Asrial.

Wali Nagari Asrial juga mengimbau kepada masyarakat di jorong Padang Doto melalui acara ini agar selalu menjaga kekompakan dan kekeluargaan, karena ia baru saja dilantik menjadi walinagari. “Diharapkan juga kedepannya kerjasama dari semua pihak, karena kita semua telah selesai dalam ranah pemilihan walinagari ini, ‘biduak lalu, kiambang batawik’,” katanya. Andri Kampai