Wirid Bulanan, Wabup Arrival Boy Ajak ASN Saling Mengingatkan Untuk Kebaikan

143

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Wirid bulanan KORPRI di Lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Sijunjung dilaksanakan di Masjid Agung Istiqlal Muaro Sijunjung, Jum’at pagi (23/2/2018).

Wirid yang dilaksanakan sekali dalam sebulan ini, dihadiri oleh Wakil Bupati Sijunjung, H. Arrival Boy, SH, penceramah H. Hidayatullah Al Faruq, MA, dari Kota Bukittinggi, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup pemerintah Daerah Kabupaten Sijunjung.

Acara yang diawali dengan pembacaan ayat suci alqu’an, dikumandangkan oleh Syafri Wandi, S, Pd, I dengan saritilawah Gita Frolina, Kemudian dilanjutkan dengan arahan Wakil Bupati Sijunjung, H. Arrival Boy.

“Marilah kita bersama sama mengikuti wirid ini, karena wirid ini hanya dilaksanakan sekali dalam sebulannya, rugi rasanya kalau kita tidak ikut mendengarkan tausiah yang diberikan oleh ustadz nantinya,” harap Wabup.

Wabup menambahkan, untuk mendapatkan pengetahuan dan ilmu di bidang agama, tidak ada ruginya untuk mengikuti wirid bulanan. “Marilah kita saling mengingatkan untuk kebaikan, karena kita tidak ada yang sempurna didunia ini, maka mulai lah menanam kebaikan dari sekarang, karena kita tidak tau kapan kebaikan itu akan dibalas oleh Allah SWT,” tambah Wabup.

H. Hidayatullah Al Faruq, MA memberikan ceramah agama dengan tema berbicara tentang menjadi pribadi yang bermanfaat.

“Manusia dibagi menjadi lima sifat pribadi yang bermanfaat dalam kehidupan menurut beberapa pakar, yang pertama manusia yang bersifat mubah yaitu, hadir atau tidak hadirnya kita dalam kehidupan, tidak ada pengaruhnya sama sekali bagi semua orang, tidak berarti dan tidak berfaedah bagi orang banyak,” katanya.

Yang kedua, yaitu manusia bersifat sunnah, “Kehadiran nya sangat baik bagi semua orang, tapi kalau tidak hadir juga tidak ada pengaruh nya bagi semua orang,” jelasnya.

Yang ketiga, yaitu manusia bersifat wajib. Manusia yang keberadaannya sangat diharapkan oleh semua orang serta ketidak hadirannya sangat disesalkan oleh orang banyak, semua orang akan merasa kehilangannya.

Yang keempat dan lima, yaitu, manusia bersifat makruh dan manusia bersifat haram. Kedua sifat ini hampir sama keduanya, yaitu kehadirannya sangat tidak diharapkan bagi semua orang, apabila dia tidak hadir, semua orang akan senang.

“Oleh karena itu, dalam kehidupan ini, hanya kita sendiri yang mengetahui pribadi diri kita, bagaimana kita ditengah tengah kehidupan, agar kita bermanfaat bagi semua orang, maka berubahlah kita ke arah yang lebih baik, menjadi pribadi yang bermanfaat untuk semua orang,” sambungnya. Andri Kampai