Bupati Irfendi Arbi Ajak Siswa Cerdar Gunakan Media Sosial

138

JURNAL SUMBAR | Limapuluh Kota – Media sosial (Medsos) semestinya digunakan buat hal positif. Namun, kenyataanya Medsos itu tak jarang dimanfaatkan pihak tertentu untuk menyebarkan informasi negatif dan bohong alias hoax.

Bupati Limapuluh Kota H. Irfendi Arbi dalam paparannya di hadapan para siswa SMAN 1 Kecamatan Lareh Sago Halaban ketika membuka acara sosialisasi Sekolah Siaga Kependudukan (SSDK) tingkat SMU di sekolah itu baru-baru ini.

“Saya mengajak generasi muda termasuk para siswa agar lebih cerdas menggunakan Medsos. Sebab, informasi di dunia maya itu tidak selalu positif dan benar. Malah sebaliknya tak jarang yang bersifat hoax dan menyesatkan, adu domba dan bernunsa sara,” papar Bupati Irfendi.

Dikatakan, dewasa ini internet sangat mudah diakses dengan telepon genggam ataupun dengan komputer. Dengan begitu, penyebaran informasi tentu berlangsung secara sangat cepat. Kondisi ini menuntut para pengguna internet untuk ekstra waspada terhadap setiap informasi yang dimuat di Medsos tersebut.

“Karena faktanya tidak semua informasi yang dimuat di Medsos itu terjamin kebenarannya, maka kita harus ekstra hati-hati terhadap setiap informasi tersebut. Terlebih terhadap informasi atau konten yang bersifat adu domba yang dapat menimbulkan keresahan,” tutur Irfendi sembari meminta para siswa tidak mudah terpengaruh dan terprofokasi oleh hoax yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

Pemerintah, lanjut Irfendi, terus berupaya melakukan upaya mengurangi penyebaran berita palsu dan penyebar konten negatif di dunia maya tersebut. Apalagi kini informasi di medsos terus berkembang pesat. Bahkan dalam hitungan jam saja, ratusan informasi bisa berkembang ke seluruh belahan dunia.

“Selain menyebar berita bohong, medsos kadang juga diwarnai aksi tipu-tipu seperti investasi bodong. Untuk itu semua pihak termasuk para siswa harus ikut berperan aktif dalam menangkal atau memerangi hoax,” jelas Irfendi.

Irfendi ingin generasi muda di daerah ini mampu memanfaatkan media sosial untuk berinovasi dan berkreasi. Jangan sebaliknya, bertindak iseng menggunakan Medsos untuk sekedar mencari sensasi atau menjelekan serta membuat keresahan dan lainnya.

Dengan semakin canggih teknologi informasi dewasa ini media sosial pun tumbuh dengan pesat. Hanya di dalam gengaman saja, siapapun bisa membaca informasi atau berita dari Medsos tersebut. Tidak dipungkiri, sebagian warga pengguna medsos tidak mampu membedakan hoax dengan berita yang benar.

“Orang tua dan guru mestinya senantiasa mengawasi anaknya dalam penggunaan Medsos tersebut,” ingat Irfendi.

Lebih jauh dijelaskan Irfendi, hoax tidak saja bersifat bohong, namun juga sering menyerang privasi dan melakukannpembunuhan karakter seseorang, serta konten pornografi yang dapat merusak pemikiran generasi muda. Suwanda