Bupati Irfendi Arbi Berharap TK Limapuluh Kota Berprestasi Nasional

67

JURNAL SUMBAR | Limapuluh – Bupati Limapuluh Kota H. Irfendi Arbi mengharapkan Taman Kanak-kanak (TK) di Kabupaten Limapuluh Kota tidak ketinggalan dari daerah lain. Untuk itu sekolah bagi usia dini tersebut harus disuport secara maksimal.

“Saya ingin TK di daerah ini terus mengukir prestasi di tingkat nasional. Untuk mewujudkan hal itu para gurunya perlu peningkatan kualitas. Apalagi guru TK ini merupakan pondasi pembentukan karakter anak,” ungkap Bupati Irfendi dalam arahannya ketika membuka pelatihan tari bagi guru TK di gedung Sago Bungsu Tanjung Pati, Selasa (12/3).

Dikatakan, agar anak mengenal serta mencintai seni dan budaya tradisi Minangkabau sejak dini, para guru TK perlu dibekali berbagai pelatihan, salahsatunya keterampilan menari. Dengan memperkenalkan seni dan budaya peninggalan nenek moyang tersebut, diharapkan anak akan memiliki apresiasi dasar dalam upaya mengenal seni dan budaya.

“Pelatihan seni dan budaya bagi para guru TK perlu dilakukan karena kita tidak ingin kekayaan yang ditinggalkan nenek moyang itu semakin hilang hingga musnah,” tutur Irfendi.

Menurutnya, pembinaan seni tradisi itu akan mampu merobah karakter dan tingkah laku anak. Kegiatan pelatihan ini merupakan bukti Pemkab Limapuluh kota serius melakukan upaya pelestarian seni dan budaya tradisi.

“Pembangunan bidang kebudayaan ini hrus kita laksanakan karena kebudayaan itu merupakan identitas bangsa yang harus dihargai dan lestarikan. “Suatu bangsa bisa menjadi bangsa yang besar dan terkenal karena kebudayaannya,” tuntas Irfendi.

Sebelumnya Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Indrawati Munir, S.Pd dalam laporannya menyebut, pelatihan tari bagi guru TK itu antara lain bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan guru TK tentang budaya dan tari Minangkabau. “Selain itu juga untuk meningkatkan keterampilan peserta pelatihan dalam kegiatan seni dan budaya tari,” tutur Indrawati.

Dikatakan, pelatihan yang berlangsung selama tiga hari mulai Senin (12/3) itu diikuti oleh 60 orang peserta dari TK seluruh kecamatan. Pelatihan itu memiliki berbagai materi yang diantaranya tari tradisional rakyat Minangkabau, unsur-unsur atau elemen seni tari, fungsi kesenian tari, perkembangan tari dan lainnya.

“Fenomena yang terjadi di lapangan, banyak masyarakat khususnya generasi muda yang belum mengenal tarisebagai salahsatu seni budya di Minangkabau. Karena itu kita sengaja mengadakan pelatihn ini,” ucap Indrawati yang akrab disapa In. (suwanda)