Dikeluhkan Pasien di Medsos, Direktur RSUD Sijunjung Janji akan Evaluasi Pelayanan

1312

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Pelayanan petugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sijunjung, Propinsi Sumatera Barat, Selasa (27/3/2018) jadi sorotan nitezen di jejaring media sosial Facebook. Dalam kritikan itu, nitezen kecewa atas pelayanan oknum petugas yang diketahui adalah oknum perawat. Direktur RSUD Sijunjung, dr. H. Yasril Sahnil pun berjanji akan mengevaluasi kinerja petugasnya.

Seperti yang diunggah nitizen dengan akun bernama Rus. Berikut ini petikannya; Sungguh diluar perkiraan bahwa, pada hari ini saya harus kecewaaa,” ulas akun tersebut.

Kekecewaan pemilik akun yang juga pasien di RSUD itu cukup beralasan. Pasalnya, sekitar jam 11.25 WIB, ia mendatangi poli penyakit dalam di RSUD yang terletak di jalan lintas Sumatera Tanah Badantung.

“Kebetulan begitu masuk ruang poli dokternya sudah tidak ada. Ibu ada acara penting seminar pak dan pelayanan dipercepat,” kata oknum petugas itu seperti dikutif Jurnal Sumbar dalam akun yang diposting pasien itu pada Selasa (27/3/2018).

Menurut pasien tersebut seperti dilansir dalam akunnya itu, ia maklum soal itu. “Yang membuat saya kecewa berat sewaktu meminta tolong cek tensi saja sama dua perawat yang ada di ruang poli. Jawaban mereka alat untuk cek tensi di pinjam poli bedah pak, besok saja bapak ke sini lagi,” kata perawat itu pada pasien tersebut.

“O, kalau begitu baik lah. Mokasih jawab saya . Itulah pengalaman pahit yang harus saya terima di hari Selasa 27/3 ini semoga bermanfaat,” tulis akun facebook itu.

Terkait soal kekecewaan pasien itu Direktur RSUD Sijunjung, Yasril Sahnil sempat kaget dan minta maaf. Bahkan ia serta merta minta permohonan maafnya pada pasien maupun masyarakat yang berobat atas pelayanan dan sikap petugas dan berjanji akan mengevaluasi kinerja petugasnya.

“Kami berterimakasih atas informasi tersebut dan akan kami jadikan pembelajaran dan evaluasi kinerja dan pelayanan petugas yang ada di RSUD,” kata dr Yasril menjawab Jurnal Sumbar, Selasa (27/3/2018) terkait pelayanan yang tak memuaskan pasien. Saptarius