Kemenhan Gelar Seminar Pertahanan Semesta di Limapuluh Kota

235

JURNAL SUMBAR | Limapuluh Kota – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Republik Indonesia perwakilan provinsi Sumatera Barat melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik menggelar seminar sistem pertahanan semesta di Aula kantor Bupati di Bukik Limau, Sarilamak, Selasa (6/3).

Ikut Hadir, Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi, Ketua DPRD Lima Puluh Kota, Saffaruddin Dt Bandaro Rajo, pejabat Kementrian Pertahanan Provinsi Sumatera Barat, Kolonel Inf. Choirul Mustafa, SSos, MSi, Kepala Dinas Kesbagpol Provinsi Sumbar, Nazwir, SH, MHum, Forkopimda, Kepala OPD, Pimpinan organisasi manyarakat, mahasiswa dan guru, serta 100 orang peserta seminar.

Dalam sambutannya, pejabat Kementrian Pertahanan Provinsi Sumatera Barat, Kolonel Inf. Choirul Mustafa mengatakan, dipilihnya kabupaten Limapuluh Kota sebagai Lokasi Seminar karena di tangan Kabupaten inilah kemerdekaan Republik Indonesia berdiri.

“Disinilah diterapkannya kemerdakaan Indonesia, dan di Kabupaten Limapuluh Kota jugalah pernah berdirinya Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI),” sebutnya.

Menurutnya, pertahanan negara adalah sistem pertahanan yang bersifat semesta yang melibatkan seluruh warga negara, wilayah, dan sumber daya nasional lainnya, serta dipersiapkan secara dini oleh pemerintah dan diselenggarakan secara total, terpadu, terarah, dan berlanjut untuk menegakkan kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa dari segala macam ancaman.

“Maka diperlukan sinergi antara semua pihak dalam mempertahankan pertahan kemerdekaan Indonesia. bagaima dalam menjaga pertahanan ini diperlukan persiapan Sumber Daya Manusia yang tangguh,” ujarnya.

Kesempatan itu, dirinya juga mengucapkan apresiasi kepada pemerintah daerah yang menfasilitasi kegiatan seminar, sehingga kegiatan ini bisa berjalan dengan baik. “Terimakasih kepada bupati yang awalnya hanya diundung 70 peserta seminar, berkat bupati ditambah menjadi 100 orang peserta seminar. Semoga apa yang kita harapkan bisa tercapai,” pungkasnya

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Sumatera Barat, Nazwir mengatakan, kesadaran berbangsa dan bernegara harus ditanam dalam hati setiap warga negara, sehingga setiap warga negara mempunyai kesadaran dalam membela negara.

“Pertahanan negara merupakan fungsi pemerintah, dalam meyiapkan dan membangun pertahanan negara secara sinergi dengan semua pemangku kepentingan di daerah. Pemerintah merumuskan kebijakan strategis melalui pengelolaan dan penataan sumber daya untuk kepentingan pertahanan negara,” tambahnya.

Sementara itu, bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi dalam sambutannya membuka secara resmi Seminar Sistem Pertahanan Semesta mengatakan bangsa yang besar adalah bangsa yang mempunyai nilai-nilai perjuangan bangsa, bela negara adalah hak dan kewajiban setiap warga Negara dan sekaligus syarat-syarat dalam membangun SDM sebagai bagian dari pembangunan sistem Pertahan semesta tersebut.

“Untuk itu,pertahanan negara bukan hanya tugas satu institusi saja, semua elemen masyarakat wajib terlibat aktif dalam keamanan negara sesuai peranannya masing-masing dengan mendukung kebijakan pertahanan negara. Pertahanan negara merupakan proses berkelanjutan tanpa henti,” ujarnya.

Menurutnya, perjuangan pahlawan harus menjadi lanjutan dengan tidakan nyata dan diimplementasikan dalam program pembangunan daerah, “Pertahanan dan keamanan ini sangatlah dibutuhkan. Untuk itu, kepada peserta seminar yang hadir diharapkan benar-benar menyimak apa yang disampaikan nara sumber dan dapat menjadi ujung tombak pelaku pembangunan negara,” pungkasnya. Suwanda