Orian Murdianto Resmi Sandang Gelar Datuak Rajo Alam Suku Panai Tuik Batang Kapas

685
Pemasangan saluak dan keris oleh Ketua KAN IV Koto Mudiek usai sidang Kerapan Adat Nagari. Rega

JURNAL SUMBAR | Pesisir Selatan – Pesta adat pengangkatan datuk dan penghulu di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Sabtu, 10 Maret 2018 berlangsung sangat meriah. Ribuan orang tumpah ruah di jalan menyaksikan sidang adat Orian Murdianto, SE Datuak Rajo Alam, Suku Panai Tuik di Kerapatan Adat Nagari IV Koto Mudiek, kecamatan Batang Kapas.

Puluhan kepala keluarga dari perantauan dan kaum suku Panai di nagari pun memanfaatkan momen ini untuk pulang kampung, demi menyaksikan pesta adat yang hanya terjadi sekali pada setiap generasi itu.

Prosesi sidang datuak penghulu atau pemangku adat di ruangan rapat Kerapatan Adat Nagari IV Koto Mudiek , Nagari IV Koto Mudiek, Kecamatan Batang Kapas, itu juga dihadiri oleh Walinagari Tuik IV Koto Mudiek dan Perakat Adat Nagari.

Menurut Ketua KAN IV Koto Mudiek, Djamas Datuak Rajo Sati, prosesi Sidang Adat itu juga sekaligus mengumumkan gelar datuk-panghulu Rajo Alam Kaum Suku Panai di Nagari Tuik IV Koto Mudiek.

Djamas Datuk Rajo Sati juga mengimbau kepada warga Nagari Tuik IV Koto Mudiek dan perantau agar mengajak keturunan masing-masing untuk menjunjung tinggi para penghulu yang baru saja dinobatkan.

Kepada para penghulu, Ketua Kerapatan Adat Nagari Djamaas Datuak Rajo Sati meminta agar mereka berbaur dan bermusyawarah agar nagari sentosa dan anak kemenakan hidup damai.

Penobatan datuk penghulu, lanjut dia, juga bertujuan memperkenalkan kepada khalayak bahwa seseorang sudah mendapat gelar kebesaran. Sehingga, acara pengangkatan dan peresmian datuk-penghulu merupakan acara adat terbesar di Minangkabau.

Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Nagari IV Koto Mudiek, Djamaas Datuk Rajo Sati mengatakan, pengangkatan datuk-penghulu sangat sakral, dan seorang Penghulu tidak menbedakan bedakan anak kemenakan.

Seluruh unsur yang terlibat di pasukuan sebelumnya diberi pembekalan oleh pemangku adat, di antaranya ilmu hidup berdemokrasi.

“Sebelumnya, diberi pembekalan agar pemangku adat tidak bingung mengemban tugas dalam memimpin,” terang Datuk Rajo Sati.

Usai sidang, para datuk-penghulu yang baru disidangkan, secara resmi sudah sah memakai gelar Datuak Rajo Alam yang sebelumnya disandang mamaknya, almarhum Drs. Lukman Datuak Rajo Alam.

Acara sidang sangat ramai karena pengangkatan datuk-penghulu dilangsungkan pada akhir pekan. Hadir 2.000-an orang dari kaum, dan perantau bersama kaum ikut meramaikan acara ini.

Nedi salah seorang perantau mengaku telah menanti lama untuk dapat menyaksikan langsung acara pengangkatan datuk-penghulu di kampungnya.

“Dengan sidang dan pesta adat ini membuktikan bahwa Minangkabau sangat menjunjung tinggi demokrasi,” ucapnya. Rega Desfinal