Resmikan, Lapau Nasi Putri Sunyi Jadi Outlet Kopi Dindiang Ke-8

237

JURNAL SUMBAR | Padang – Alhamdulillah, hari ini Jum’at (23/3/2018), outlet ke-8 Kopi Dindiang diresmikan. Outlet ke-8 itu berlokasi di Jl. Perak II No. 7 Padang, tepat di depan Masjid Jihad Perak (MJP). Nama warungnya adalah Lapau Nasi Putri Sunyi (LNPS), milik Darmis yang akrab disapa Uncu.

Demikian diungkapkan Pendiri Kopi Dindiang, H. Miko Kamal kepada media ini, Jumat sore (23/3/2018).

Dikatakannya, beragam makanan dan minuman dijual di LNPS. Di pagi hari, LNPS menyediakan sarapan ketupat gulai dan beragam minuman seperti kopi hitam, kopi susu, teh panas/dingin, teh susu dan minuman siap saji seperti cappucino, teh tarik, ginseng dan lain-lain.

Siangnya, lanjut Miko, LNPS menyervis pengunjungnya dengan Nasi Padang dengan berbagai macam lauk-pauk. “Sedangkan sore harinya, insyaallah LNPS akan menyediakan makanan ringan seumpama pisang dan singkong spesial,” jelasnya.

Peresmian outlet Kopi Dindiang ke-8 ini dihadiri oleh beberapa orang tokoh masyarakat, diantaranya Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Padang H. Agus ‘Abien’ Suardi, Ketua DPD PAN Padang Hendri Septa yang juga calon wakil walikota Padang dan penggerak Kopi Dindiang Miko Kamal.

Disamping tokoh-tokoh di atas, hadir pula pemilik outlet Kopi Dindiang pertama (Lapau Ongga) Sutoyo, beberapa orang akademisi dari Universitas Taman Siswa Padang dan chef Ruslan serta kepala restoran Daima Hotel Agus S. Beberapa orang wartawan televisi, radio, media cetak dan online juga menghadiri peresmian.

Penggerak Kopi Dindiang Miko Kamal menyatakan kegembiraannya atas diresmikannya outlet Kopi Dindiang ke-8. Miko merinci, sebelum diresmikannya outlet ke-8 ini, sebelumnya Kopi Dindiang sudah eksis di Pasa Mudiak Padang (Lapau Ongga), Dharmasraya (Lapau Ayah), di Kolaka Sulawesi Tenggara (Warung PWI dan Boboho), Payakumbuh (Family Benteng), Aie Pacah (Kantin Koperasi Univ. Bung Hatta) dan Indarung (Lapau Linphony).

“Inti dari gerakan sosial-berbagi Kopi Dindiang adalah membangun dan menebalkan rasa empati di tengah masyarakat. Empati adalah kata kunci suatu negara. Sebuah negara akan maju dan sejahtera bila di tengah-tengah masyarakatnya terbangun rasa empati yang kuat,” sebut Miko.

Sebaliknya, lanjutnya, sebuah negara akan terbelakang terus bila di negara itu berlangsung praktek-praktek yang tidak menunjukkan rasa empati. “Tinggi dan masifnya praktek korupsi di sebuah negara disebabkan tipisnya rasa empati para koruptor kepada orang lain. Bagi koruptor yang penting perutnya besar, tidak peduli dengan kesulitan yang dihadapi rakyat karena sumber-sumber ekonomi tidak bisa dinikmati secara wajar,” tegas praktisi hukum anti korupsi itu.

Juga ada yang spesial pada peresmian Kopi Dindiang di LNPS, yaitu dimulainya kontribusi sosial Daima Hotel yang bertindak sebagai pembina LNPS. Daima Hotel membina LNPS dalam memajukan bisnis LNPS sebagai Usaha Kecil Mikro (UMKM).

Seperti diketahui, Kopi Dindiang adalah cara berbagi dengan sesama. Di outlet Kopi Dindiang tersedia makanan dan minuman, dan pengunjung bisa berbagi untuk orang lain dengan membayar makanan dan minuman yang akan disumbangkan. Catatan makanan dan minuman yang sudah dibayar ditempelkan di papan donasi yang nantinya akan dimanfaatkan oleh warga yang kurang mampu. rilis