Umroh, Bupati Hendrajoni dan Isteri Suka Cita Bantu Jamaah Lansia

340
Bupati Hendrajoni dan isterinya, Lisda Rawdha terlihat santai mendorong troli berisi jamaah lansia di bandara Kuala Lumpur, Malaysia. Ist

JURNAL SUMBAR | Pesisir Selatan – Bupati Hendrajoni dan sang istri Lisda Rawdha menunaikan ibadah umroh pada dua pekan lalu. Keberangkatan bupati dan ketua PKK Pesisir Selatan itu bersama 82 jamaah yang berasal dari daerah setempat. Mereka ke tanah suci melalui biro umroh Bumi Minang Pertiwi (BMP).

Ada pemandangan menarik dari perjalanan religi orang nomor satu Pesisir Selatan itu. Dalam foto-foto yang diunggah akun BMP, Hendrajoni dan Lisda Rawdha terlihat mendorong troli sebagai pengganti kursi roda yang di atasnya duduk jamaah yang sudah sepuh.

Hendrajoni mendorong troli yang diduduki oleh jamaah laki-laki, sedangkan Lisda Rawdha kebagian yang perempuan. Pasangan suami istri itu tampak santai mendorong troli tersebut. Embel-embel sebagai orang nomor satu di Pesisir Selatan tak membuatnya sungkan melakukan hal itu.

Salah seorang jamaah bercerita seputar kejadian tersebut. Peristiwa itu terjadi di Malaysia saat pesawat mau transit di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA). Katanya, Hendrajoni dan Lisda yang menawari kedua jamaah itu untuk duduk di atas troli dan bupati bersedia mendorong troli tersebut.

Awalnya, jamaah tersebut menolak karena sungkan sebab mereka tahu yang memberikan bantuan tersebut merupakan bupati Pesisir Selatan. Namun Hendrajoni tetap ngotot untuk membantu mengingat kedua jamaah susah berjalan sedangkan jarak dari pesawat parkir menuju terminal cukup jauh.

“Karena jamaah itu sudah tua dan susah berjalan karena sudah tua, maka bapak bupati dan ibu menawari kedua jamaah itu untuk duduk diatas troli,” tutur perempuan muda yang minta dipanggil Ayi.

Dia juga menceritakan perjalanan pulang pergi dari Padang menuju Arab Saudi dan kembali mendarat di BIM pada hari Selasa (13/03). Setiap rombongan singgah di bandara dan chek paspor, Hendrajoni dan Lisda selalu belakangan. Hal itu dilakukan untuk mengawasi setiap jamaah agar tidak sampai ketinggalan atau terpisah dari rombongan.

“Mereka (Hendrajoni dan Lisda) berdua selalu berbagi tugas menjaga dan mengawasi setiap anggota rombongan agar jamaah tidak ada yang ketinggalan atau terpisah dari rombongan,”tukas ibu muda tersebut. Jef