Dandim Irvan Yusri Bertindak sebagai Inspektur Upacara Hari Kesadaran Nasional

145

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Dandim 0310/SS Letkol Inf. Irvan Yusri, S.I.P bertindak selaku Inspektur Upacara Bendera dalam rangka Hari Kesadaran Nasional di lapangan Sepakbola Prof M. Yamin, SH, Muaro Sijunjung, Selasa (17/4/2018).

Bertindak selaku perwira dan komandan upacara Kapten Inf Alnofriadi dari Danramil 02 Sijunjung dan Kapten Inf Ilham dari Danramil 07 Tanjung Ampalu Kecamatan Koto VII.

Pengerek Bendera Sertu Seprianto, Serda Dasio dan Kopda Ade Triadi dari Kodim 0310/SS, Pembaca Pembukaan UUD 1945 Serda Abdul Haris Sofyan, Pengucap Sapta Marga, Serda Windrayani juga dari Kodim, Pengucap Tri Brata, Bripda Rio Pernandes dari Polres Sijunjung, Pembaca Panca Prasetya Korpri, Fauziah Asra Assegaf, SH dari Sekretariat DPRD dan pembacaan Do’a Gusrial dari Kementrian Agama Kabupaten Sijunjung.

Hadir pada upacara tersebut Unsur Forkopimda, Ketua Pengadilan Agama Sijunjung, Hafizh Martias, S.Ag, SH, MH, Sekretaris Daerah Kabupaten Sijunjung, Zefnihan, AP, M.Si, Kepala OPD, Perwira TNI/Polri dan peserta upacara lainnya.

Sambutan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, S.I.P yang dibacakan oleh Dandim 0310/SS menyebutkan, dunia selalu berkembang dan berubah seiring dengan kemajuan yang dicapai oleh umat manusia. Perkembangan yang cepat itu membuat tantangan tugas bagi TNI semakin kompleks dan menuntut kemampuan beradaptasi dan inovasi. “Karena itu kita harus senantiasa memperhatikan perkembangan lingkungan, baik nasional, regional maupun global guna memahami segala hal yang menjadi hambatan dalam pelaksanaan tugas,” ujarnya.

Dalam kaitan tersebut, saya perintahkan kepada seluruh unsur pimpinan di jajaran TNI untuk senantiasa membaca situasi berikut segala kecenderungan perkembangannya. Hal ini diperlukan agar kita dapat meningkatkan prediktif, langkah antisipatif dan upaya konstruktif dalam rangka melaksanakan tugas pokok TNI, serta meningkatkan kinerja pelaksanaan tugas prajurit dan PNS TNI dalam kerangka mendukung pembangunan nasional.

Salah satu tantangan yang akan dihadapi adalah pilkada serentak di 171 daerah di seluruh wilayah Indonesia. Pada tahun ini pula rangkaian Pemilu 2019 akan dimulai, pesta demokrasi tersebut biasanya akan diiringi dengan meningkatnya suhu politik di tanah air. Kerawanan akan timbul bila hal itu dibarengi dengan berbagai tindakan kontra produktif seperti kampanye hitam dan profokasi serta pengerahan masa yang anarkis.

“Untuk itu, saya meminta kepada seluruh prajurit dan PNS TNI untuk tidak bersikap reaktif terhadap segala isu yang berkembang dan tetap fokus pada tugas yang diembankan kepada kita sekalian,” pungkas nya.

Di akhir sambutannya, panglima TNI Marsekal Hadi berpesan agar tunaikanlah apa yang menjadi tanggung jawab masing masing dengan tulus dan iklas, karena pada hakikatnya hal tersebut adalah ibadah.Sebagai bagian dari masyarakat, prajurit dan PNS TNI harus menjadi komponen yang menyatu tak terpisahkan, bersifat membangun, membawa nilai positif dan bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya. Andri Kampai