Kader Rusak Kantor DPD, Arrival Boy: Apa yang Terjadi Adalah Sebuah Pembelajaran

835
Kader Golkar Sijunjung di kantor DPD Sumbar di Padang. Ist.

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Pasca Rusuh dan amuk kader terhadap kantor DPDI Partai Golkar Sumbar, pimpinan Hendra Irwan Rahim, Ketua DPD II Partai Golkar Sijunjung menilai itu sebuah pembelajaran.

“Apa yang terjadi hari ini adalah sebuah pembelajaran. Hingga kini saya masih sah sebagai ketua DPD Partai Golkar Sijunjung. Tak ada istilah Musda ulang,” kata Arrival Boy di hadapan para kader dan pengurus Partai Golkar pasca Rusuh, Minggu (14/4/2018) sore di kantor DPD I Partai Golkar Sumbar Jln Rasuna Said No. 79, Padang.

Disarankannya, sebelum ada kejelasan dipersoalan, hendaknya kantor Partai Golkar di-police line dulu. “Sebelum ada kejelasan penyelesaian hendaknya kantor Golkar Sumbar di-police line dulu. Ini hanya pembelajaran dan apa yang terjadi hanya karena kaget,” jelas aktif 1998 yang juga Wabup Sijunjung itu.

Tak beberapa lama kemudian datang beberapa anggota pihak keamanan dan kemudian situasi terkendali dan aman.

Tak ada yang menduga kejadian itu tiba-tiba dan menyulut emosi para kader. Awalnya, antara Arrival Boy dan Hendra Irwan Rahim saat masuk ruangan pertemuan di kantor Golkar itu terlihat harmonis bahkan sempat cipika-cipiki.

Namun sayang, cipika-cipiki itu justeru berakhir rusuh. Kejadian itu diawali ketika panitia mengatakan dilakukan Musda ulang. Spontan Arrival Boy kemudian berang karena dinilai tak berdasar kecuali Musdalub. Suasana pun tegang dan tak menerima upaya pemusdaan itu Arrival Boy pun naik pitam dan marah.

Blarr.. pot bunga di atas meja pun pecah. Suasana ricuh dan gaduh. Amuk masa yang lainnya pun tak terkendali sejumlah bot bunga di pelataran kantor Golkar pun hancur dan jendela kaca milik kantor yang dipimpin Hendra Irwan Rahim pun hancur berantakan setelah diamuk para kader Golkar Sijunjung yang sudah tersulut emosi itu.

Satu di antara massa yang mulai beringas itupun mengalami luka dan robek di kakinya akibat serpihan kaca. Seketika korban yang luka itu dillarikan ke salahsatu rumah sakit di Padang tuk diberi pengobatan. Saptarius