Sayangkan Musda Ulang, Desra Nyatakan Arrival Boy Sah Jadi Ketua Golkar Sijunjung

667
Desra Ediwan

JURNAL SUMBAR | Padang – Kisruh upaya Musda ulang Partai Golkar Sijunjung diduga buntut Musdalub DPD I Partai Golkar pada tahun 2016 yang tidak terlaksanakan oleh Ketua DPD I Partai Golkar Sumbar, Hendra Irwan Rahim.

“Kejadian itu berawal dari instruksi DPP kepada DPD Partai Golkar Sumbar supaya melaksanakan Musdalub. Tapi, saudara Hendra tidak melaksanakannya,” kata Sekretaris DPD I Partai Golkar Sumbar, Desra Edwan kepada awak media, Rabu (18/4/2018).

Surat bernomor : B-567/Golkar/VIII/2016, tentang Instruksi untuk menyelenggarakan Musdalub Partai Golkar Sumbar tertanggal 16 Agustus 2016 yang ditandatangani Ketum Satya Novanto dan Sekum Idrus Marham terkait adanya surat mosi tidak percaya yang ditandatangani 16 DPD Partai Golkar kabupaten/kota.

“Setelah itu turun lah tim pencari data dan dikumpulkan DPD kabupaten/kota. Kami pun dipanggil Nurdin Khalik terkait hal tersebut,” jelas Desra.

“Namun hubungan (Hendra) tak juga harmonis sampai akhirnya kabupaten/kota mendesak agar dilaksanakan Musdalub,” terang Desra.

Dijelaskannya, persoalan Golkar Sijunjung hanya bagian kecil dari masalah yang terjadi ditubuh Golkar Sumbar.

“Tak ada masalah dengan Sijunjung sebenarnya. Dulu kan sudah dilaksanakan Musda dan itu dibuka secara resmi oleh bung Hendra dan dihadiri Yan Hiksas dari DPP Partai Golkar dan itu sah,” kata mantan Wabup Solok itu.

“Musda Sijunjung pada 26 Agustus 2017 itu memang sempat deadlock. Karena deadlock, Musda sempat dipending dan dilanjutkan pada 6 September 2017. Dari hasil Musda itu Arrival Boy terpilih jadi ketua DPD II Partai Golkar Sijunjung dan ketika itu SK-nya pun kami buat,” kata Sekretaris DPD I Sumbar itu.

Ditambahkannya, usai pembukaan Musda Sijunjung ketika itu Ketua DPD I Partai Golkar Sumbar menunaikan ibadah haji. “Saat melaksanakan ibadah haji segala persoalan diserahkan pada kami sesuai dengan hasil pleno DPD I, termasuk meng-SK-kan pengrus DPD II Sijunjung. Tapi terkait revisi SK, saudara Hendra tak mau menandatanganinya,” beber Desra.

“Jika kami diminta untuk menjelaskan ke DPP terkait kisruh di Partai Golkar Sumbar ini? Kami siap kapan saja kami dipanggil,” jelas Desra.

Terkait Musda ulang dilakukan kubu Hendra, sejumlah pengurus DPD Partai Golkar Sumbar sangat menyayangkan. “Kalau Musda itu dilaksanakan tanpa ada surat tugas DPP itu jelas sudah cacat hukum. Apalagi jadwalnya pun tidak sesuai,” kata Dedi Irawan Ketua Bidang Penggalangan Opini DPD I Partai Golkar Sumbar pada awak media, Selasa (17/4/2018).

“DPP harus menyikapi persoalan ini dan segera diselesaikan. Karena diduga ada konplik kepentingan dalam persoalan ini,” tegas Dedi Irawan yang juga Sekretaris DPD II Partai Golkar Tanah Datar itu.

Sebuah sumber yang layak dipercaya menyebutkan kisruh yang terjadi di Partai Golkar Sijunjung terjadi akibat adanya Musda ulang yang berupaya untuk menggulingkan Arrival Boy selaku Ketua DPD II Partai Golkar Sumbar tanpa dasar yang jelas dari kubu Ketua DPD I Partai Golkar Sumbar, Hendra Irwan Rahim.

“Bagi saya soal Musdalub itu tak masalah, tapi kalau Musda ulang itu tidak ada aturan di AD/ART,” kata Arrival Boy tersenyum atas dipaksakannya Musda ulang disalahsatu hotel berbintang pada Selasa (17/4/2018) tanpa mendasar yang jelas.

Sebuah sumber yang layak percaya kepada awak media, Rabu (18/4/2018) persoalan tersebut sudah sampai ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar. Dikabarkan, DPP segera menyikapi kisruh yang terjadi ditubuh Partai Golkar Sumatera Barat.

Bahkan dalam waktu dekat Tim DPP Partai Golkar akan segera turun ke Sumbar. Informasi yang diperoleh, jika persoalan itu tidak menemui titik persoalan, dikabarkan persoalan tersebut akan dibawa ke Mahkamah Partai. Saptarius