Terkait Musda Ulang, Arrival Boy Minta Kader Golkar Sijunjung Tenang

533

JURNAL SUMBAR | Sijunjung- Terkait ada Musda ulang yang dilakukan kubu Ketua DPD I Partai Golkar Sumbar, Hendra Irwan Rahim, memaksa Ketua DPD II Partai Golkar Sijunjung, Arrival Boy angkat bicara.

Bahkan Wabup Sijunjung yang sudah duakali memimpin Partai Golkar dan selalu menang Pileg dan Pilkada itu meminta agar para kader maupun organisasi Golkar Sijunjung untuk tetap tenang.

“Kita tetap meminta kader-kaader Partai Golkar Sijunjung di seluruh tingkatannnya maupun organisasi sayap dan sebagainya itu tetap tenang dan kita jadikan pelajaran yang berharga,” kata Ketua DPD II Partai Golkar Sijunjung, Arrival Boy kepada awak media Kamis (19/4/2018).

Menurut mantan aktivis 1998 itu, proses dalam kepartaian tentu akan dilakukan di DPP. “Karena, persoalannya sudah sampai di tangan DPP. Mengingat masalah ini ada kegaduhan di dalam internal partai dan itu disyahkan oleh aturan. Apabila ada sengketa maka partai melalui Makamah Partainya yang akan menjadi tempat untuk menyelesaikannya,” jelas Arrival Boy.

Dijelaskan, semua kejadian ini berawal dari persolalan dari dikeluarkanmya perintah Musdalub oleh DPP kepada Partai Golkar DPD Propinsi Sumbar tahun 2016.

“Tetapi Hendra yang tidak menjalankan perintah DPP Partai Golkar tersebut. Karena ada proses pergantian Ketua DPP dari Setya Novanto dengan bung Airlangga, maka surat perintah ini belum dilaksanakan, tetapi yang menjadi masalah adalah bukannya melakukan konsolidasi, malah Hendra mencoba untuk membumihanguskan orang-orang yang ikut mendukung pelaksanaan Musda Propinsi yang tertunda dilaksanakan itu,” beber Arrival Boy.

“Kita melihat sebagai kader partai Golkar, ini akan merusak citra dan nama baik partai Golkar yang saat ini sedang dibangun oleh Airlangga Hartarto. Gebrakan yang dibuat oleh Ketum Airlangga sudah harus dikawal dan dijalankan oleh seluruh kader Golkar Sumbar. Ini malah sebaliknya upaya upaya untuk membuang kader kader Golkar yang potensi diangap Hendra sebagai lawan politik serta yang akan meronggrongnya. Ini sudah Harus dihentikan,” tegas mantan mahasiswa Fakultas Hukum UBH Padang itu.

“Saya menilai, gaya kepemimpinan Golkar lama yang dijalankan Hendra di Sumbar. Jika itu dipaksakan akan sangat merugikan partai Golkar secara keseluruhan. Apalagi mengingat waktu persiapan untuk pencalegan sudah berjalan. Namun saya tetap menghimbau tidak usah terganggu karena masalah organisasi partai kepunyaan orang banyak bukan milik pribadi. Oleh karenanya harus diselesaikan secara aturan yg ada dalam partai dan itu baru taat azas,” tambah Arrival Boy. Saptarius