Tolak Musda Ulang, Kader Golkar Sijunjung Ngamuk di Kantor DPD Sumbar

1727
Puluhan kader Golkar Sijunjung ngamuk di kantor DPD Sumbar di Padang. Ist.

JURNAL SUMBAR | Padang – Heboh… Upaya DPD Propinsi Sumatera Barat dibawah kendali Ketua DPD Hendra Irwan Rahim melakukan Musda ulang atas kepemimpinan Ketua DPD Golkar Sijunjung, Arrival Boy, pada Minggu (15/4/2018) di kantor DPD I Sumbar Jln Rasuna Said No. 79 Padang berbuntut rusuh.

Arrival Boy memprotes dan menolak upaya Ketua DPD I Partai Golkar Sumbar melakukan Musda ulang tersebut. Bahkan Golkar Sijunjung menyampaikan mosi tak percaya pada DPD Golkar Sumbar.

“Kami sudah bersusah payah melakukan pengkaderan, lalu kenapa ada Musda lagi,” kata Arrival Boy berang.

Awalnya kata Arrival Boy, ikhwalnya beranjak dari fact finding yang dilakukan DPP ke Sijunjung tak berdasar. “DPP lakukan tanpa bicara masalah yang terjadi, dan pengurus DPD Kabupaten Sijunjung tak pernah dipanggil,” kata Arrival Boy aktivis 1998 itu.

Malah kata Arrival Boy, pertemuan dilakukan di warung-warung kopi dan tanpa ada pengurus partai Golkar Kabupapaten Sijunjung yg diajak bahas masalah yang dimunculkan.

Bahkan kata Arrival Boy, fact finding tak memenuhi syarat terhadap pembahasan masalah Kabupaten Sijunjung. “Secara pertemuan di DPP hanya mendengarkan cerita kami. Saya Arrival Boy dan saudara Hendra tanpa ada solusi dan bahasan yang disampaikan tak masuk akal,” jelas Arrival Boy.

“Pembicaraan pelaksanaan Musda di Sijunjung telah diketahui dan disarankan juga oleh bung Darul Siska kepada kami saat pertemuan di FX Mall Jakarta yang di hadiri oleh Khairunas kepada Ketua Harian Desra Ediwan dan Sekretaris Yulman Hadi,” sebut Arrival Boy.

Disimpulkan untuk melaksanakan Pleno DPD I Propinsi dan mengambil kesimpulan bahwa Musda Sijunjung dilakukan saat Hendra bertepatan sedang melaksanakan haji.

Bahwasanya Musda dilaksanakan di Sijunjung menunggu surat izin DPP tentang keikutsertaan Arrival Boy untuk maju menjadi ketua ke-3 kalinya, dan surat restu yg ditunggu dan ditanda tangani oleh Ketua Harian DPP saat itu sudah sah.

“Dikarenakan saya sudah ditetapkan menjadi ketua dan dilantik saat acara Musda tersebut, maka saya dipanggil untuk ikut menjadi peserta Munas DPP partai Golkar di Jakarta dan menjadi peserta,” ujar Arrival Boy.

“Bahwa saya disyahkan menjadi Ketua Partai Golkar Sijunjung syah.. !. Maka pada saat verifikasi faktual di KPU Sijunjung maka saya yang menandatangani berita acara dan surat-surat yang ada di KPU tersebut, dan sampai saat ini partai Golkar sah untuk menjadi peserta dalam Pileg tahun 2019 ini,” jelas Arrival Boy di hadapan pengurus itu.

“Fakta bahwa ada kecamatan yang belum melaksanakan Muscam karena masa periodenya berakhir dan kami plenokan untuk Muscam. Ternyata mereka tidak terpilih lagi. Di sinilah mulai persoalannya, dimana pengirus kecamatan yang lama tidak mau di-Musda-kan, tapi hanya di syahkan saja, tentu ini melanggar aturan AD ART kita,” terang Arrival Boy.

Yang jelas kata Arrival Boy, fakta ada ketidaksiapan suadara Hendra menjadi calon anggota DPD RI lalu kembali ingin mencalonkan diri menjadi anggota DPRD Propinsi dan tidak terusulkan oleh DPD Sijunjung, itu karena Hendra pernah memberikan informasi itu secara jelas dan tegas kepada kami sehingga kami tidak mengusulkan namanya,” beber Arrival Boy.

Dijelaskanya, bahwa saudara Suhardi Chan mengundurkan diri menjadi anggota Golkar pada rapat Pleno Sumatera Barat karena saya Arrival Boy menjadi ketua Sijunjung. Itu fakta dalam sidang pleno dengan saksi saksi peserta pleno DPD Propinsi sumbar,” jelasnya.

Karena tersulut emosi para kader Partai Golkar pun ngamuk. Selain menghancurkan sejumlah pot bunga, kaca jendela kantor DPD I Partai Golkar Sumbar pun hancur amuk massa kader yang mulai beringas.

Bahkan satu orang kader Golkar Sijunjung mengalami luka-luka sobek di kaki akibat serpihan kaca. Korban segera mendapat perawatan seadaanya. Hingga pukul 16.30 WIB massa masih memadati kantor Golkar Sumbar.

Tak hanya itu, sekretaris Partai Golkar Sijunjung, Hartani pun nyaris adu jotos dengan mantan ketua DPRD Sijunjung, Mukhlis R, tak tahu apa persoalanya. Untung ada yang cepat melarai. Hingga kini suasana mencekam. Saptarius