Bahas Tiga Ranperda, Rapat Paripurna DPRD Sijunjung Molor Dua Jam Lebih

221

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Lagi, sidang anggota DPRD Sijunjung, Sumatera Barat molor. Padahal, Kamis (31/5/2018) agenda sidang penyampaian pandangan umum fraksi terhadap nota penjelasan Bupati tentang tiga buah Ranperda.

Tak heran jika kemudian peserta sidang pun ngoceh atas molornya sidang wakil rakyat itu. Padahal sidang itu sudah dihadiri oleh ketua DPRD, Wakil Bupati, unsur Forkopimda lainnya sudah menunggu datangnya anggota anggota dewan yang terhormat di DPRD Sijunjung.

Namun sidang yang seharusnya dimulai pukul 09.00 WIB, hingga pukul 11.30 WIB belum juga terlaksana. Yang terlihat hanya kursi kosong anggota dewan yang terletak manis tanpa ada yang duduk.

Setelah lebih dari dua jam molor dari jadwal yang ditetapkan, sidang baru di mulai. Dan itupun masih sibuk dengan interupsi tentang kehadiran.

Ketua DPRD Sijunjung yang dihubungi awak media, Kamis (31/5/3018) via handphone selularnya tak ada konfirmasi karena tak diangkat.

Namun menurut informasi, ternyata keterlambatan itu disebabkan oleh belum siapnya laporan dan penyampaian pemandangan umum dari beberapa fraksi di lembaga dewan.

“Alah, itu hanya jawaban klise setiap saat persidangan pasti itu jawaban. Membuat mata kita terbuka bahwa setiap laporan yang akan disampaikan ternyata baru dikerjakan pada saat sidang akan di mulai,” ujar sumber penting tak ingin disebutkan jati dirinya.

“Nah, cara cara kerja yang seolah-olah sepele dan dianggap gampangan ini terkesan bahwa perhatian terhadap masalah yang ada, serta keseriusan mereka terhadap sidang itu sendiri. Hanya sebatas memenuhi kewajiban tatib persidangan semata dan untuk melepaskan tanggung jawab ke dewanan,” kata sumber itu kesal.

“Sampai kapan cara-cara seperti di lembaga dewan ini akan berubah. Haruskah cara-cara ini di lanjutkan ke generasi dewan berikutnya. Lalu apakah hal seperti ini menjadi hal yang biasa di lembaga dewan ini. Nah, waktulah yang akan menjawabnya,” tambah sumber itu heran.

“Sampai kapan anggota dewan tidak juga bisa disiplin. Ini adalah bentuk ke tidak pedulian dan penghargaan terhadap waktu dan ini contohyg tidak baik.Kebiasaan kebiasaan seperti ini tentu harus dirubah,” tambahnya. Saptarius