Catatan Mirza Zulhadi: Masjid Raya Al Jabbar Bandung Dibangun di Atas Danau

81
Rencana pembangunan Masjid Raya Al Jabbar di Gede Bage Kota Bandung. Ist.

Kemarin kita melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Raya Al Jabbar di Gede Bage Kota Bandung. Insya Allah, mohon doa dari semuanya, pada 2019 masjid Al Jabbar ini sudah bisa digunakan oleh 93.000 jemaah.

Masjid ini akan menjadi salah satu masjid unik di Jawa Barat karena berada di atas danau retensi. Nantinya, masjid ini tidak hanya sebagai tempat ibadah tapi juga menjadi tempat edukasi karena di dalamnya akan dibangun museum sejarah nabi dan sejarah perkembangan Islam di Indonesia dan Jawa Barat.

Dibangun di atas lahan seluas 21 hektar. Dari luas tersebut, 10 hektare lahan di antaranya memiliki kedalaman 3 meter sebagai danau penampung air yang telah disetujui BBWS dan pemerintah pusat. Sisanya, seluas 11 hektare untuk masjid dan segala kelengkapannya.

Ukuran masjidnya 99×99, yang menyimbolkan jumlah Asmaul Husna. Akan ada empat menara yang dibangun, tiga diantaranya bertinggi 33 meter. Angka 33 menggambarkan rangkaian wirid tasbih 33, hamdalah 33, dan takbir 33. Jadi 33 dikali 3 menara itu 99. Itu jumlah asmaul husna.

Dalam sebuah hadits, “Barangsiapa yang membangun masjid di dunia, maka akan dibangunkan semisalnya di akhirat,” ( HR. Bukhari Muslim)

Semoga semua pihak yang turut dalam pembangunan Masjid Al Jabbar ini, mulai yang memberi ide, yang menganggarkan, yang menjadi kontraktor, yang menyediakan pasir, serta siapapun yang terlibat, masuk kategori membangun masjid, sehingga dibangunkan oleh Allah SWT sebuah rumah di surga kelak, aamiin. (Penulis adalah Sekretaris Dewan Penasehat SMSI Pusat)