Cetak Guru Untuk Luar Negeri, UNP Buka 15 Program Study Kelas Internasional

172

JURNAL SUMBAR | Padang – Universitas Negeri Padang (UNP) terus berbenah sesuai dengan tuntutan zaman. Kini, kampus tersebut tidak lagi sekadar menyiapkan calon guru atau pencetak tenaga keguruan dalam negeri. Tahun 2018 membuka kelas internasional untuk 15 program studi.

Rektor UNP, Prof Ganefri di Auditorium UNP Padang, Rabu (23/5) malam mengatakan, usaha terobosan dari UNP untuk mengubah input kualitas mahasiswa yang akan menjadi guru kelak, di antaranya menarik siswa-siswa lulusan terbaik untuk masuk ke kelas Internasional, agar UNP dikemudian hari dapat menjadi pemasok tenaga guru di negara-negara Asia.

“Tahun ajaran 2018/2019 UNP telah membuka Kelas Internasional untuk strata satu (S1) di 15 Prodi,” kata Rektor UNP, Prof Ganefri setelah buka bareng di auditorium kampus itu.

Ia menjelaskan, kelas internasional ini mahasiswa diambil sudah masuk ke UNP. Kemudian disaring lagi agar bisa mengikuti kelas Internasional.

“Dari ribuan mahasiswa baru tersebut nantinya mengikuti seleksi lagi untuk bisa masuk ke kelas Internasional,” ungkapnya.

Khusus program pendidikan mahasiswa di kelas internasional, praktek mengajarnya diluar negeri. “Mahasiswa kelas Internasional ini langsung praktek lapangan di luar negeri yang telah ditunjuk atau kerjasama dengan UNP,” ungkap Ganefri.

Ganefri menambahkan, untuk kelas Internasional ini, UNP telah mempersiapkan dosen yang mengajar di kelas Internasional tersebut.

“Dosen yang mengajar kelas internasional minimal toefel mencapai 450 dan ada syarat lain bagi dosen mengajar kelas Internasional,” imbuhnya.

Ia menyatakan, program ini dirancang khusus untuk meningkatkan mutu lulusan dan merealisasaikan visi UNP menjadi universitas unggul di kawasan Asia Tenggara pada tahun 2020.

“Kita yakin melalui Program Kelas Internasional ini, lulusan UNP memiliki pengetahuan dan ketrampilan serta kemampuan bahasa asing sehingga mampu bersaing di era pasar bebas. Dan kita juga upayakan mahasiswa Kelas Internasional memiliki pengalaman belajar di luar negeri (international exposure), seperti program SEA Teacher dan SEA TVET, dimana mahasiswa UNP berkesempatan praktek lapangan kependidikan dan industri di negara-negara ASEAN,” katanya.

Ia menjelaskan, program kelas internasional ini merupakan kesempatan emas bagi generasi muda indonesia untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing agar mampu membangun bangsa dan negara serta memenangkan persaingan antar bangsa demi kesejahteraan bangsa Indonesia.

“Kita akan upayakan UNP menjadi salah satu pilihan utama dan strategis, yang akan menghasilkan lulusan yang kompeten selaras dengan kebutuhan pendidikan di negara-negara ASEAN,” jelasnya. (Humas UNP)