Festival Ramadhan, Dirjen PPMD: Embung Sumber Ekonomi Baru Warga Desa

73

JURNAL SUMBAR | Pandeglang – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) terus menggencarkan pembangunan infrastruktur di pedesaan. Salah satunya adalah pembangunan 33 ribu embung di desa di seluruh Indonesia.

Hal itu disampaikan Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) Kemendes PDTT, Taufik Madjid, dalam acara Festival Embung Ramadhan di Embung Ranca Anis, Muruy, Pandeglang, (26/5). Hadir dalam acara tersebut Bupati Pandeglang Irna Narulita, Dirut Krakatau Steel Maswigriantoro Roes Setiyadi, serta Muspida Pandeglang.

Dikatakan Taufik Madjid, desa merupakan roh utama dalam pembangunan bangsa. Itu sebabnya, pembangunan infrastruktur embung di pedesaan menjadi salah satu program prioritas pemerintah. Selain sebagai pengairan sawah, embung juga diharapkan dapat menjadi pusat rekreasi, pusat olahraga, dan tempat aktivitas warga lainnya.

“Kegiatan Festival Embung Ramadhan yang diselenggarakan Jurnalis Mancing  Indonesia ini merupakan contoh bahwa embung memiliki banyak fungsi bagi warga,” katanya.

Festival embung berisi beberapa kegiatan antara lain; lomba memancing, lomba melukis, lomba mewarnai, lomba memasak ikan, peresmian taman bacaan, bakti sosial serta pengobatan gratis. Semua kegiatan dilakukan di sekitar embung Ranca Anis. “Festival ini telah menggairahkan roda ekonomi masyarakat,” harap Taufik Madjid.

Menurutnya, pemanfaatan embung secara baik tentu akan menjadi sumber pendapatan baru bagi warga di sekitar embung. “Jadi embung bisa menjadi alternatif kegiatan ekonomi yang baru bagi warga desa,” tuturnya.

Di tempat yang sama Bupati Pandeglang merasa tersanjung dengan pemilihan Embung Ranca Anis sebagai lokasi pelaksanaan Festival Embung Ramadhan yang pertama. Irna mengatakan, sinergi antara Pemkab Pandeglang dan Kememdes PDTT telah berjalan baik. Dia berharap, kerja keras aparat Pemkab Pandeglang dibantu Kemendes PDTT akan segera mengentaskan daerah Pandeglang segera keluar dari status daerah tertinggal.

“Kami terus berikhtiar supaya status tertinggal segera lepas dari Pandeglang dan masyarakat kami meningkat taraf hidupnya,” ujarnya optimistis. rilis kemendes