Imran Amir, Kapolres Sijunjung yang Selalu Berbagi dengan Warga Kurang Mampu

226
Imran Amir dan isteri. Ist

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Sejak dilantik Kapolda Sumbar, Brigjend. Pol. Drs. Fakhrizal, M.Hum, pada Selasa 2 Mei 2017 lalu, AKBP. Imran Amir, S.IK, MH resmi menjadi Kapolres Sijunjung menggantikan AKBP. Dodi Pribadi, S.IK yang pindah tugas ke Polda Sumut kala itu.

Setahun sudah berlalu, berbagai prestasi pun diukirnya. Apalagi sejak wilayah hukum Polres Sijunjung dipimpinnya. Berbagai penjahat pun telah dilumpuhkanya. Hebatnya lagi, Imran Amir pun berhasil mensertifikatkan sejumlah tanah milik Polres Sijunjung.

Tal hanya itu, ia pun malah berhasil menggagalkan perdagangan hewan dilindungi dari tangan-tangan jahil. Mendengar nama Imran tentu para penjahat berpikir untuk bertindak. Apalagi bagi Imran, tak ada ampun bagi penjahat yang menggaduh wilayahnya. Bahkan komplontan curanmor pun ditangkapnya termasuk para pelaku tindak piadans narkoba pun disikatnya.

Ganas? Bagi penjahat pamen Akpol ini tak akan memberi ampun. Meski Imran ditakuti para penjahat, namun dia juga disanjung dan dipuja warga Sijunjung. Apalagi Imran yang didukung sang istri bernama dokter Yolla Giovanna, sangat membantunya dalam bertugas.

Sosok AKBP Imran Amir sangat dikenal bahkan lebih merakyat dan dekat pada masyarakat ketimbang seniornya terdahuku. Terbukti, selang empat hari dilantik pria kelahiran Padang, 2 Oktober 1976 buah perkawinan Amirullah dan Darwati karyawan PT.Semen Padang itu langsung menyambangi warga.

Bahkan kini pun ia membuat program menyentuh rakyat. Ia menamakan program Tali Asih. Dengan biaya pribadi, hampir tiap hari ia memberikan bantuan pada warga kurang mampu dan lanjut usia di Kabupaten Sijunjung.

Menariknya lagi, bantuan-bantuan yang diberikan Imran Amir itu disalurkan lewat kapolsek-kapolsek dan babinkhamtibmas. Tujuannya disalurkan lewat polsek dan babinkamtibmas itu, dengan upaya agar polisi benar-benar dekat dengan rakyat. Sesuai slogan Polri, polisi sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.

Menariknya lagi, ketika ada warga meninggal dunia, suami dari dr. Yolla Giovanna itu langsung mengirim karangan bunga tanda jajaran Polres Sijunjung turut berduka.

“Ini suatu kehormatan besar bagi kami, sejak dunia takambang, ini baru pertama kali seorang pemimpin sekeliber kapolres memberi karangan bunga duka cita. Sungguh kami sangat bangga pada Kapolres Sijunjung bapak Imran Amir,” kata salah seorang walinagari kala itu berkisah pada awak media.

Bahkan, alumni SMA Negeri 2 Padang tahun 1994 itu kepada awak media berjanji akan memberikan pelayanan terbaik dengan sepenuh hati pada masyarakat.

“Sesuai program dan pesan Kapolri, polisi adalah abdi dan pelayan masyarakat. Termasuk jika ada masyarakat yang hidupnya jauh dari garis kemiskinan, polisi wajib menolongnya. Untuk itu, diminta pada anggota Babinmas untuk mendata warga yang benar-benar tidak mampu,” kata Perwira Tinggi jebolan AKABRI Polri tahun 1998 itu.

Bahkan menurut mantan Kasubdit Tipikor Polda Sumsel itu, ia akan selalu mendekatkan diri pada masyarakat, termasuk pada insan pers yang ada di Kabupaten Sijunjung. Dengan pengalaman yang pernah dilaluinya, baik di Polda Kalimantan Selatan dan Riau serta Palembang dirasa tak begitu sulit untuk membaur ke tengah masyarakat dan itu terbukti.

Hebatnya lagi, ketika ada mendengar ada anak warga tanpa memiliki tangan dan kaki di Taratak Tanjung Gadang, kapolres Imran Amir pun tergugah hatinya untuk membantu. Bahkan ia pun memberi bantuan berupa kereta dorong untuk balita itu yang langsung diserahkan Ketua Bhayangkari Cabang Sijunjung, Ny. dokter Yolla Giovanna Imran.

Sebagai putra daerah Minang bapak dari Aura (6 th) dan Jesifa (3 th) tentu sudah mengenal kultur adat istiadat Minang, yang tidak lapuak dek hujan dan tidak lekang dek paneh.

“Dengan paradigma baru, kami akan selalu ada untuk masyarakat,” ucap Imran sembari mengajak masyarakat untuk selalu menjaga Kamtibmas bersama polisi, apalagi sudah memasuki tahun politik. Saptarius