PPKLH UNP dan BKKBN Bahas Pengelolaan Sampah di Kampung KB Parupuk Tabing

73

JURNAL SUMBAR | Padang – Mengusung tema Permodelan Sistem Dinamis Pengelolaan Sampah (Bank Sampah) di Kampung KB Parupuk Tabing Kota Padang, Pusat Penelitian dan Kajian Lingkungan Hidup (PPKLH) bekerjasama dengan BKKBN Provinsi Sumatera Barat menggelar workshop, Senin (28/5) .

Workshop yang fokus membahas identifikasi isu lokus model dampak kependudukan dibuka oleh Kepala Perwakilan BKKBN Prov. Sumbar, H Syahruddin, dihadiri Ketua PPLKH UNP, Dr Indang Dewata, M.Si dan sekretaris BBKBN Sumbar Dra. Mardalena WY, M.Si.

Kepala BKKBN itu mengatakan Kampung KB merupakan salah satu bentuk miniatur pelaksanaan total program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) secara utuh yang melibatkan seluruh bidang di lingkungan BKKBN. Pelaksanaan Kampung KB juga melibatkan sinergitas Kementerian/Lembaga, pemerintah daerah, mitra kerja serta instansi terkait sesuai dengan kebutuhan dan kondisi.

“PPKLH UNP salah satu mitra BKKBN Sumbar untuk menggencarkan aksi Indonesia akan bersih dari sampah di tahun 2020 mendatang yang telah dicanangkan Presiden Joko Widodo,” ujar H Syahruddin dalam sambutannya.

Ia berharap melalui kegiatan ini Kampung KB di Parupuk Tabing, Koto Tangah tidak lagi banyak sampah yang berserakan, terhindar dari pembuangan limbah industri secara sembarangan, warga kampung KB memahami sistem sanitasi yang baik, dan tidak ada lagi warga yang tidak acuh terhadap keadaan lingkungan sekitar.

Senada dengan itu, Ketua PPLKH UNP, Indang Dewata menyebutkan semestinya di Padang sudah ada pelaku usaha yang melirik pengelolaan sampah. Selama ini sampah hanya dikelola oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) melalui Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Padahal jika dimanfaatkan dengan baik, sampah dapat menghasilkan keuntungan yang tidak sedikit bagi para pelaku bisnis.

Workshop kerjasama PPKLH dengan BKKBN guna Mempercepat Terwujudnya Kampung KB yang sadar akan pengelolaan sampah diikuti puluhan peserta. (agusmardi/Humas UNP)