Terlambat Dipadamkan, 20 Petak Toko di Pasar Balai Selasa Hangus Terbakar

381
Kebakaran di Pasar Balai Selasa. Ist.

JURNALSUMBAR | Pesisir Selatan – Sijago merah menghanguskan dua puluh petak toko di Pasar Balai Selasa, Kecamatan Ranah Pesisir, Senin dini hari ( 13/5/2018). Kebakaran tersebut terlambat dipadamkan karena tanki air mobil damkar yang standby di sana lagi kosong.

Selain menghanguskan bangunan, barang dagangan milik para pedagang di lokasi tersebut juga ikut terbakar.

Kasat Pol PP dan Damkar Kabupaten Pessel, Dailipal mengatakan, berdasarkan beberapa keterangan warga diduga penyebab kebakaran tersebut akibat hubungan arus pendek listrik, di salah satu petak toko di pasar tersebut.

“Kita langsung terjunkan tim Damkar BalaiSelasa dan dari Painan ke lokasi kebakaran,” tegas Dailipal.

Di jelaskanya, api secara cepat menyambar bangunan kios yang ada di sebelahnya. Di bantu dengan masyarakat dan para pedagang, tim Damkar Balai Selasa dan Painan bekerja keras menjinakan api.

Dan, kebakaran yang terjadi sejak pukul 01.30 WIB itu berhasil dipadamkan sekitar pukul 05.40 WIB.

“Korban jiwa tidak ada, dan kerugian masih belum bisa ditaksir,” jelas Dailipal.

Air Tanki Damkar Kosong

Menurut informasi dari salah seorang pemilik toko yang terbakar, pemadaman kebakaran tersebut terlambat karena mobil pemadam kebakaran yang standby di Balai Selasa tidak ada air di tankinya. “Mobil itu mengisi air dulu baru ke lokasi kebakaran memadamkan api,” sebutnya.

Dikatakannya, kalau mobil damkar tersebut ready, kebakaran bisa diantisipasi tidak membakar semua petak toko. “Karena posko damkar itu hanya berjarak seratusan meter dari lokasi kebakaran, dan dalam 5 menit bisa sampai di lokasi,” sesalnya.

Pedagang yang tidak mau disebutkan namanya itu meminta Bupati Hendrajoni menindak pejabat terkait di Pol PP dan Damkar Pessel karena petugas di lapangan tidak melaksanakan SOP Damkar dengan baik. “Mestinya air di tanki mobil tersebut selalu penuh dan siap dipakai untuk memadamkan kebakaran kapan saja,” tegasnya.

Sebelumnya mobil damkar tersebut memadamkan api yang membakar gedung SMP di Pacuan. Mungkin karena lupa atau kecapekan, air tanki mobil tersebut terlambat diisi kembali. (Rega Desfinal/Enye)