Digelar di Payakumbuh, 10 Atlet Ikuti Sertifikasi Panjat Tebing Standar Asia Tenggara

66

JURNAL SUMBAR | Payakumbuh – Bertempat di kampus 2 Unand Payakumbuh, dilangsungkan kegiatan pengambilan sertifikasi Sport Climbing Course Level 1 South East Asia Climbing Federation (SEACF) tingkat standar Asia Tenggara, pada Selasa (5/6/2018) malam.

Kegiatan ini berlangsung selama satu hari. Tujuannya untuk mencetak para pemanjat tebing yg berstandar regional Asia Tenggara.

Proses pengambilan sertifikasi ini perdana di Sumatera Barat dan dilaksanakan di Kota Payakumbuh.

Keuntungan mengikuti pengambilan sertifikasi ini adalah semua peserta yang berhasil lulus akan mendapatkan sertifikat berstandar Asia Tenggara. Sehingga, pada pelatihan standar Asia Tenggara, mereka dapat ambil bagian di dalamnya. Semua peserta juga akan mendapat bahan materi kursus.

Pengambilan sertifikasi ini diikuti 10 orang peserta yg berasal dari kampus di Provinsi Sumatera Barat.

Dari 10 peserta, 1 orang diantaranya wanita. Peserta yang mengikuti sertifikasi ini berasal dari kampus 2 Unand Kota Payakumbuh, Politani dan UPI-YPTK Padang.

Kegiatan sertifikasi ini dimotori oleh komunitas Mapala (mahasiswa pecinta alam) Kadupa (kampus dua Payakumbuh) Ungu Universitas Andalas.

Yang menariknya, kepala instruktur pengambilan sertifikasi skala Asia Tenggara ini merupakan warga asli Kota Payakumbuh, yakni Melda pegawai di Dinas Kominfo Kota Payakumbuh.

Melda menyelesaikan sertifikasi menjadi seorang instruktur kelas Internasional pada tahun 2017. Untuk instruktur kelas internasional ini baru ada di 3 wilayah di Indonesia, yakni untuk wilayah Jakarta, Bali dan Riau. Melda terdaftar sebagai instruktur untuk region daerah Riau.

Melda juga menyampaikan keinginannya pada suatu hari nanti bisa mengajar di negara tetangga,

“Selaku warga asli Kota Payakumbuh, saat ini saya ingin mengembangkan bakat dan kemampuan rekan yg ada di Kota Payakumbuh ini agar kemampuan mereka dapat diakui di regional Asia Tenggara, dan bahkan nanti mereka saya harapkan dapat di perhitungkan di tingkat dunia,” papar Melda.

“Serta tidak menutup kemungkinan juga nanti saya ingin dapat mengajar di negara tetangga, seperti di negara Singapura dan Thailand,” tambahnya.

Menurut Melda, ada 2 orang instruktur pendamping, yakni Deden Wahyudin pemuda asli Kota Kembang Bandung, yang juga tidak kalah pengalamannya dalam dunia panjat memanjat di Indonesia maupun di Internasional.

Deden juga merupakan brand ambassador dari produk perlengkapan outdoor dari brand Outdoor Pro.

Dan instruktur pendamping lainnya merupakan Mahasiswa kampus 2 Unand Kota Payakumbuh, yakni Tri Andikal yang juga ketua di Mapala Kadupa Ungu Unand, dan juga sudah memiliki pengalaman yang tak bisa di pandang sebelah mata, katanya.

Pada kegiatan pengambilan sertifikasi ini di dukung dan disponsori oleh Outdoor Pro, kampus 2 Unand Kota Payakumbuh, Mapala Kadupa Ungu Unand, Mapala-LH Blaise Pascal dan Komunitas Merah Putih Lembah Harau. (Yusrizal )