Gubernur Irwan Prayitno : Masyarakat Sumbar Jangan Terjebak Sisi Buruk Kemajuan Zaman

98

JURNAL SUMBAR | Padang – Masyarakat Sumatera Barat jangan terjebak dengan zaman pada sisi-sisi yang merusak tatanan budaya, agama dan kepribadian diri. Karena masyarakat Sumbar dikenal sebagai masyarakat yang religi dan berbudaya tinggi.

Diyakini masyarakat Sumatera Barat akan mampu mengatasi semua ini dengan hebat, madani dan sejahtera, sesuai dengan karakter diri yang kokoh, bersandarkan pada adat dam budaya dengan filosofi ABS-SBK.

Hal ini disampaikan Gubernur Sumatera Barat, Prof. H. Irwan Prayitno pada sambutannya dalam penyelenggaran Sholat Idul Fitri 1439 H di Masjid Raya di Padang, Jum’at (15/6/2018).

Lebih lanjut Irwan Prayitno menyampaikan, guna menguatkan budaya dan adat, marilah perdalaman dengan pendidikan Al Qur’an, seperti yang dilakukan pada bulan Ramadhan sebagai bulan berkah penuh rahmat ini.

Untuk mendirikan pendidikan Al Qur’an dalam masyarakat, tentu dapat dimulai dengan diri sendiri, katanya.

Disebutkannya, satu bulan berpuasa selama Ramadhan telah memberikan ibadah dan hari ini kita kembali ke fitrah. “Dengan keyakinan diri dan rasa optimis dengan iman dan taqwa, kita yakin dan insya Allah Sumbar akan menjadi daerah yang aman dan damai,” ujar Irwan Prayitno.

Gubernur Irwan Prayitno juga menyampaikan, ibadah puasa selama Ramadhan yang lalu, tentu membentuk karakter yang terimplementasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Mari kita jauhkan semua prilaku maksiat, agar datang ramat dan berkah dari Allah. Pengendalian diri sebulan penuh juga diharapkan mampu meningkatkan ukhuwah islamiyah setelah puasa dan difitri dalam tatanan perkembangan zaman.

“Kita sadar dan kondisi saat ini terjadi terhadap penyalahgunaan narkoba, kriminalitas dan penyakit masyarakat, pendekatan keagaman sangat efektif dalam membangun sumber daya manusia insya Allah terlepas dari semua ini,” tegasnya.

Kemudian, lanjutnya, kita juga berharap masyarakat Sumatera Barat melakukan mawasdiri dan antipasi bersama dari konfilik agama, ras serta adat. Kita perlu menjaga ketahanan nasional yang dimulai dari ketahanan keluarga.

Dari itu, tambahnya, mari kita bangkit rasa nasionalisme disetiap diri kita dalam upaya memajukan dan kejayaan bangsa yang saat ini mendapat tantangan cukup besar saat ini. Indonesia satu menjadi perjuangan kita bersama dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.

Khatib Sholat Idul Fitri 1439 H, Ki H. Tifatul Sembiring, Dt. Temangguang juga menyebutkan pentingnya menjaga keutuhan bangsa dalam perkembangan global saat ini.

Hadir di acara itu, Komut BRI Andrianof Chaniago, Kapolda Sumbar, Forkopimda, Wagub Nasrul Abit, Ketua Tim Penggerak PKK Ny. Nevi Irwan Prayitno, Ketua BKOW Ny. Wati Nasrul Abit.

Dalam laporannya, Ketua PHBI Drs. Ali Asmar, MPd menyampaikan memohonkan maaf atas pemindahan lokasi sholat yang semula direncana di halaman kantor gubernur, karena hujan semalam diintruksikan pak Gubernur pindah di Masjid Raya Sumatera Barat. rilis/zrd