Gubernur Irwan Prayitno: Orang Rantau Seringlah Pulang Kampung, Bangun Nagari

157

JURNAL SUMBAR | Pesisir Selatan – Gubernur Sumbar, Prof. H. Irwan Prayitno beserta isteri, Nevi Zuairina menghadiri acara Pulang Basamo Keluarga Besar M. Arif (Gaek Camin) di Pantai Salido, Koto Salido, Kabupaten Pesisir Selatan, Minggu (17/6).

Adapun M. ARIF merupakan kakek dari Ibu Nevi Zuairina. Acara Pulang Basamo ini bertemakan “Saciok Bak Ayam, Sadanciang Bak Basi, Mampa Arek Ranah Jo Rantau” yang artinya seiya sekata, satu pendapat atau kompak, mempererat tali silaturahmi antar perantau di kampung halaman, karena adat Minangkabau mengutamakan persatuan dan kesatuan, dan rasa kebersamaan.

Gubernur Sumatera Barat mengajak para perantau Minang untuk sering pulang kampung, agar terjalin silaturahmi, saiyo sakato basamo mambangun nagari.

“Yang di rantau seringlah pulang kampung, saiyo sakato basamo kito bangun nagari,” ungkapnya.

Dalam sambutannya gubernur Irwan Prayitno mengajak para perantau untuk bersyukur diberikan waktu berkumpul dan bersilaturahim di suasana lebaran ini, dan selaku sumando, Irwan Prayitno mengucapkan terimakasih dan selamat kepada ketua panitia Bapak Ishak Arman yang juga urang sumando di keluaraga M. Arif sehingga dapat mengumpulkan keluarga M.Arif yang ada di perantauan sebanyak 400 orang.

“Dari cicit hingga nenek buyut kompak semua, kami bangga bapak ibu kompak yang datang beramai-ramai dari rantau,” ujarnya.

Gubernur mengapresiasi kegiatan ini, yang berbagai suku namun sedarah dari M.Arif (Gaek Camin). “Lepaskan dulu beban pikiran, yang penting kumpul dengan keluarga,” ujarnya.

Dilihat dari bait lagu anak salido “Anak Salido ka parantauan, pandan dibaok untuk dipadagangkan” merupakan inspirasi bagi anak-anak kita untuk merantau, namun tetaplah ingat kampung halaman, ungkapnya.

“Kita berasal dari satu keluarga besar mari saling kenal antara anak dengan kamanakan, anak dipangku kamanakan dibimbing,” pungkasnya. rls/zrd