Harga Jeruk Jesiko Limopuluh Kota Anjlok, Petani Mengeluh

102

JURNAL SUMBAR | Limapukuh Kota – Memasuki bulan suci Ramadhan, harga Jeruk Siam Kototinggi (JESIKO), Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Limopuluah Kota anjlok dari Rp 25.000 perkilo, sekarang hanya Rp 13.000 perkilonya.

Kecamatan Gunuang Omeh di Kabupaten Limopuluah Kota, utamanya Nagari Kototinggi dan sekitarnya, dikenal sebagai penghasil jeruk siam yang pemasaran sudah sampai memasuki Istana Negara pada Era SBY, saat ini harga jual buah jeruk itu anjlok.

Akibatnya petani mengeluh, terutama menghahapi lebaran dan tahun ajaran baru, karena sekarang masyarakat setempat hanya mengandalkan penghasilannya dari hasil kanen keruk. Rata rata setiap rumah tangga mempunyai kebun jeruk minimal 600 batang, sehingga dalam satu minggu puluhan ton panen jeruk dipasarkan ke wilayah Sumbar dan Riau, serta Jakarta, sebut Defriyanto, petani dan pengumpul hasil panen jeruk dalam bincang bincang dengan media ini di rumahnya di Kototinggi, Sabtu (9/6).

Menurut Defriyanto, saat ini harga jeruk jauh anjloknya. Sebelum Puasa, harga jual petani kepada pedagang pengumpul yang supernya Rp 25.000 perkilo dan rata rata dilepas petani Rp 17.000 perkilo dengan semua ukuran.

Saat ini yang supernya hanya Rp 13.000 dan rata-rata untuk semua ukuran Rp 10.000 perkilo, jelasnya

Ketika ditanya penyebabnya, menurut Defriyanto, ada sebagian petani yang tidak sabar, belum ukuran dipanen sudah dipanen, sehingga masih muda, itu salah satu penyebabnya. Disamping hasil panen juga sedang banyak, dan hasil panen jeruk dari daerah lain juga membanjiri pasar, termasuk jeruk dari Sumatera Utara.

Kadang-kadang pedagang ada yang nakal, yang dijualnya jeruk dari pasaman atau dari Medan dan Bangkinang, mereka katakan jeruk Mudiak (Kotoringgi), sehingga konsumen kecewa, karena rasanya tidak sama dengan jeruk JESIKO.

Jeruk Siam Kototinggi (Jesiko) tidak sama dengan jeruk daerah lain. Disamping rasanya lebih manis dibandingkan jeruk daerah lain, juga ada ciri khasnya dalam memetiknya.

JESIKO dipetik pakai gunting, sehingga tidak terbawa tangkainya, tambahnya. (Yusrizal)