Jelajah Desa, Datuk Febby Target BUMNag Sumbar Bisa Jadi Percontohan Nasional

132
Datuk Febby

JURNAL SUMBAR | Limapuluh Kota – Ada satu tekad membara, harus ada nagari atau Badan Usaha Milik Desa (BUMNDes, di Sumbar disebut Badan Usaha Milik Nagari atau BUMNag) yang menjadi percontohan Nasional.

Tekad itu, terpapar usai perjalanan panjang Tim Jelajah Desa bentukan Kemendes PDTT di Sumatera Barat, berakhir di Kabupaten Limapuluh Kota, disiarkan dengan dialog bersama-sama Tenaga Ahli dan Pendamping Desa se Kabupaten Limapuluh Kota, buka puasa bersama di kediaman Wakil Bupati Limapuluh Kota Ferizal Ridwan, Selasa 12 Juni 2018 malam.

“Nyaris tak ada masalah, semuanya berjalan sesuai harapan. Kita akan kawal yang sudah kuat, akan mendorong yang terus berjuang untuk menjadi kuat,” kata H Febby Datuk Bangso, Staf Khusus Kementerian Desa Tertinggal dan Trasmigrasi (Kemendes PDTT), kompilasi jawabani wartawan, terkait dengan Evaluasi perjalanan Tim Jelajah Desa, Bersilaturrahmi ke Nagari dan Ramadhan Berbagi, di Bukitinggi.

Tim Jelajah Desa durasi perjalanan panjang. Berawal dari Kuningan, lalu cari langkah, menapaki desa demi desa di sepanjang hamparan Pulau Jawa. Perjalanan lanjutan disejumlah daerah di Indonesia.

Khusus di Sumatera Barat, tim Jelajah Desa melakukan perjalanan selama empat hari. Dari Padang, kemudian menempuh perjalanan ke Padangpariaman, Pariaman, Pasaman Barat, Pasaman, Agam, Bukittinggi dan berakhir di Kabupaten Limapuluh Kota.

Disetiap daerah yang dikunjungi, tim “menyigi” penggunaan dana desa, Bumnag, termasuk kesiapan tenaga ahli, pendamping desa mau pun pendamping desa di dalam desa yang jadi binaan mereka.

Dialog terbuka dilakukan secara transparan. Tak hanya Datuk Febby, sapaan H Febby Datuk Bangso tetapi tim Kemendes PDTT lainnya, seperti Rafdinal, Direktur Perencanaan dan Identifikasi Daerah Tertinggal Ditjen PDT, Kemendes PDTT, yang juga urang awak asal Padangpariaman, dan Dr Conrita Erwanto memberikan motivasi dan pembekalan kepada seluruh tim yang hadir dalam diskusi, baik bersama pendamping di Kabupaten Agam mau pun pendamping di Kabupaten Limapuluh Kota.

Dari perjalanan tim tersebut pula, Datuk Febby memberikan support. Katanya, sudah saatnya nagari atau Bumnag di Sumbar menjadi percontohan Bumdes di Indonesia. Harapan itu tidak berlebihan. Berlahan dan pasti, sejumlah nagari dan Bumnag di Sumbar sudah banyak yang menemukan jati diri, mendapatkan unit usaha yang terus berkembang.

“Sudah banyak. Sudah banyak. Saatnya kita di Sumbar harus melompat lebih tinggi,” kata Datuk Febby sembari menyebutkan sejumlah BUMNag di Sumbar yang akan menjadi perhitungan di tingkat Nasional.

Katanya, banyak keuntungan kalau ada nagari atau BUMNag yang bisa dijadikan percontohan Nasional. Jika itu terjadi, maka dapat dipastikan akan menjadi daya tarik Bumdes dan desa-desa lain di Indonesia untuk datang ke Sumbar. Studi banding. Jika mereka datang, tentu mereka akan belanja di Sumbar. Banyak efek ikutan yang akan didapatkan.

“Kita hadirkan konsep, kunjungan wisata desa atau wisata Bumnag Inspiratif. Artinya, BUMNag yang berhasil akan menjadi inspirasi bagi mereka,” kata Datuk Febby.

Pada perjalanan panjang itu pula, Tim Jelajah Desa tak hanya sekadar turun dan memberikan motivasi atau pendampingan, tetapi juga membawa bantuan dalam bentuk stimulan usaha ekonomi masyarakat serta peningkatan modal BUMNag.

Pada beberapa kesempatan dialog dengan tenaga ahli dan pendamping desa maupun pendamping lokal desa, Datuk Febby juga mendaulat Firdaus Abie, General Manager Harian Umum Rakyat Sumbar, berbagi pengalaman dalam hal pemberitaan dan berurusan dengan pers.

“Jangan pernah takut dengan media, jika takut maka kecurigaan akan muncul dari sana,” kata Firdaus Abie yang juga seorang novelis, dan pernah terkatung-katung selama 10 jam di laut Tarakan, saat pulang dari Pulau Sebatik, bersama rombongan staf Kemendes PDTT, usai upacara detik-detik proklamasi, 2017.

Empat hari perjalanan Tim Jelajah Desa di Sumbar, sedikitnya tim yang dipimpin Datuk Febby, politisi muda Sumatera Barat tersebut sedikitnya mengucurkan lebih dari Rp 4.5 miliar dana untuk nagari dan BUMNag sebagai upaya percepatan pembangunan, peningkatan kesejahteraan masyarakat menuju nagari mandiri dan mendorong pertumbuhan Bumnag. Katanya, kehadiran BUMNag tak hanya sekadar untuk mendapatkan keuntungan usaha saja, tetapi bagaimana menghadirkan social bonafide kepada masyarakat. (rilis tjd kemendes)