Kebijakannya Disorot, Ini Jawaban Bupati Tanah Datar

239

JURNAL SUMBAR | Batusangkar – Bupati Tanah Datar, Propinsi Sumatera Barat, Irdinansyah Tarmizi, tanggapi soal informasi tentang dirinya.

“Banyak informasi-informasi sekitar situasi pemerintah Tanah Datar, termasuk diri saya diekapose di media cetak, media online, Medsos dan media elektronik yang isinya mengkritik kebijakan bupati dan menanyakan tentang kesehatan bupati,” ucap Bupati Irdinansyah buka-bukaan saat berbuka bersama dengan para wartawan, Jumat (1/6/2018).

Informasi, kritik dan pertanyaan cukup ramai itu kata Irdinansyah merupakan kritik membangun dan positif. “Bagi saya sendiri dan pemerintah Tanah Datar untuk perbaikan ke depan,” ujarnya.

Hal itu dikemukan Bupati Tanah Datar Irdinanansyah Tarmizi dalam acara buka bersama dengan wartawan, tokoh perantau dan masyarakat Luhak Nan Tuo di gedung Indo Jolito Batusangkar, Jumat(1/6/2018).

Pertanyaan tentang kebijakan penonaktifan sementara, pemindahan staf misalnya sudah sesuai peraturan yang berlaku. Kita tidak boleh keluar dari peraturan pemerintah tersebut. Kalau ada pro dan kontra dalam pemindahan staf itu sudah biasa.Yang jelas sesuai peraturan pemerintah yang ada,” tutur Irdinansyah.

Sedangkan soal kesehatan dirinya, dengan tegas bupati menyampaikan, alhamdulillah dan Insha Allah kesehatan semakin mendekati kesempurnahan serta sudah mulai melaksanakan tugas pemerintahan.

Bupati juga menghimbau para wartawan dapat menginformasikan kepada masyarakat kalau ada anak keluarga kurang mampu tidak memiliki biaya untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi.

Hal itu bisa diatasi oleh pemerintah dengan Baznas Tana Datar. “Pokoknya anak kurang mau harus bersekolah,” tekan Irdinansyah mengakhiri.

Sementara itu, tokoh perantau masyarakat Tanah Datar, Prof Musliar Kasim memuji kepemimpinan Bupati Irdinansyah yang komit membangun Tanah Datar dan melakukan pendekatan terhadap perantau untuk kemajuan Luhak Nan Tuo ke depan.

Dalam kesempatan itu, Musliar Kasim banyak mempertanyakan eksistensi masyarakat Minang saat ini yang dirasakan   kurang berkiprah di tingkat Nasional. “Zaman dahulu peranan orang Minang cukup banyak di Republik ini,” tekan Prof Musliar Kasim seraya menyatakan ICMI  berperan menciptakan masyarakat madani.

Aktivitas buka bersama dan silaturahmi itu diakhiri Bupati Irdinansyah Tarmizi dengan bersalaman sekaligus  membagikan Tali Asih Kain sarung kepada setiap peserta berbuka. (Haji Bachtiar Danau)