Setelah Bukittinggi, Expo BUMDes dan Munas Forum BUMDes Digelar di Padang

137
H. Febby Dt. Bangso

JURNAL SUMBAR | Padang – Kabar gembira bagi ratusan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), di Sumbar, Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag). Kesuksesan Expo Bumdes Nusantara, di Bukittinggi, setahun silam, membawa berkah bagi provinsi ini.

“Insya allah, Expo BUMNDes Nusantara dan Munas Forum BUMDes Indonesia berikutnya direncanakan di Padang,” kata Direktur Pengembangan Usaha Ekonomi Desa Kemendes PDTT Drs Nugroho Setijo Nagoro, M.Si, saat mendampingi Staf Khusus Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) H. Febby Datuk Bangso, Harian Rakyat Sumbar, kemarin.

Dipilihnya Padang sebagai tuan rumah karena banyak  yang bisa dilakukan, termasuk upaya untuk mendorong BUMNag di Sumbar bisa melihat secara langsung kondisi dan capaian dari BUMDes se-Indonesia. Sebaliknya, BUMDes se-Indonesia juga bisa melihat perkembangan BUMNag.

Datuk Febby, sapaan akrab H. Febby Datuk Febby menyebutkan, ada kemajuan luar biasa dari beberapa BUMNag di Sumbar. Kemajuannya patut diperhitungkan dan diberikan acungan jempol. BUMNag di Sumbar ternyata sudah bisa meningkatkan diri dan capaian usahanya. Ada beberapa BUMNag yang sudah berkontribusi untuk Pendapatan Asli Nagari.

“Bukan soal berapa nilainya, tapi kontribusi yang sudah bisa diberikan kepada nagari, merupakan efek domino dari keberhasilan usaha yang dijalani BUMNag,” kata Datuk Febby.

Politisi muda asal Sumatera Barat ini menyebutkan, kehadiran BUMNag atau BUMDes walau sebuah usaha, tidak semata-mata ditujukan untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya. Sasarannya bukan benefit oriented, tetapi lebih ditujukan untuk sosial benefit.

“Tujuannya bagaimana BUMNag menggerakkan ekonomi di lingkungannya dengan membangkitkan kesadaran, kepedulian dan memotivasi masyarakat agar memanfaatkan setiap peluang yang ada,” katanya.

Ia kemudian memberikan contoh nyata. BUMNag Pakandangan Emas, Padangpariaman, ternyata memberikan inspirasi bagaimana mengelola lahan tidur menjadi lahan produktif. Lahan tidur masyarakat tersebut disewa BUMNag, lalu ditanami jagung. Petaninya pemilik lahan diberi upah oleh BUMNag. Hasil panen dibagi antara BumNag dengan petani. “Keuntungan terbesar didapatkan oleh pemilik lahan,” kata H Febby Datuk Bangso yang juga Ketua Forum BUMDes Indonesia.

Saat Munas Forum BUMDes Indonesia, akan dibahas berbagai persoalan yang dihadapi BUMDes saat ini, termasuk mempersiapkan langkah-langkah menjalani kehidupan masa depannya. BUMDes yang sudah berhasil akan berbagi pengalaman, sehingga memberikan inspirasi bagi yang lain. “Banyak nilai lebih yang didapatkan dari dua agenda penting ini,” kata Nugroho Setijo Nagoro. (rilis humas kemendes)