BUMNag Pakandangan Emas Padang Pariaman Jadi Percontohan Nasional

115

JURNAL SUMBAR | Padang Pariaman – Impian menjadikan BUMNag di Sumbar sebagai BUMDes Percontohan Nasional, mulai menampakkan hasil. Kran pembukanya dimulai oleh BUMNag Pakandangan Emas, di Kabupaten Padang Pariaman.

“BUMNag Pakandangan Emas sudah memperlihatkan hasil nyata. Ini bukan hal yang biasa lagi, tapi bisnis model BUMNag ini sudah bisa menjadi contoh bagi BUMNag atau BUMDes lain di Indonesia,” kata Staf Ahli Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal serta Transmigrasi (Kemendes PDTT) Bidang Pengembangan Ekonomi Lokal Ratna Dewi Andriati, di Pakandangan, Kabupaten Padang Pariaman, Kamis (19/7) kemarin.

Pernyataan itu disampaikan Ratna Dewi Andriati dihadapan 26 orang Kepala Dinas PMD dari daerah tertinggal di Indonesia, ketika para kepala dinas tersebut datang mengunjungi BUMNag Pakandangan Emas. Kehadiran mereka untuk melihat dari dekat dan kemudian belajar bagaimana mengelola usaha sekaligus memenej lingkungan.

Ratna membeberkan, BUMNag Pakandangan Emas tidak hanya berorientasi pada mengejar keuntungan ekonomi semata, yang dinikmati kalangan masyarakat berkelas saja. Tapi, juga memikirkan dampak sosial kepada masyarakat.

“Ini sangat baik ya. Selama ini kebanyakan orang sejahtera hanya yang kaya-kaya saja. Tapi BUMNag ini mengajak masyarakat lapisan bawah. Jika selama ini mereka menganggur bukan karena masyarakat tidak bisa, namun karena memang tidak memiliki modal. Prospeknya sangat baik, diharapkan hasilnya nanti masyarakat dapat mandiri,” sebut Ratna.

Sang staf ahli ini mengaku kagum terhadap langkah BUMNag Pakandangan Emas, “Semua yang dilakukan sangat luar biasa, terutama bisa mengelola lahan tidur untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat menengah bawah,” katanya.

Kekaguman terhadap terobosan yang dilakukan BUMNag Pakandangan Emas, diakui sejumlah rombongan. Salah satu diantaranya, Kepala Bidang Usaha Ekonomi DPMPD dan Dukcapil, Provinsi NTB Rizal mengatakan, terobosan yang dilakukan memiliki prospek yang menjanjikan.

“Cukup bagus. Walau usianya masih muda, namun sudah memberikan prospek yang menjanjikan. Kita berharap BUMNag ini memberikan kekuatan ekonomi lokal, benar benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagai intinya,” ujar Rizal.

Kehadiran kunjungan tersebut, membuat Ketua Forum BUMDes Indonesia H. Febby Datuk Bangso terharu. Kerja keras, kegigihan serta keseriusan yang dilakukannya beserta pengelola BUMNag Pakandangan Emas dan lingkungan, berlahan menampakkan hasil.

“Profitnya belum besar, tapi sosial benefit sangat luar biasa. Kita harus mensuport bersama-sama,” kata tokoh muda asal Kabupaten Agam, Sumatera Barat ini.

Disampaikan Febby, BUMNag Pakandangan Emas bisa memanfaatkan lahan tidur menjadi lahan produktif dengan menanam jagung. Selain itu bumnag tersebut juga bekerjasama dengan salah satu pesantren dengan Simpanan Bajapuik, dan ada juga tabungan nikah serta tabungan ziarah.

“Dan ini benar-benar contoh. BUMNag ini perlu di blow-up, dirintis sebagai bumnag percontohan, harus di create. Kawan-kawan media berkepentingan juga untuk membesarkan ini, kalau tidak ini begini terus,” ujar Febby, yang juga Staf Khusus Mendesa PDTT.

Terkait kedatangan 26 kepala dinas PMD seluruh Indonesia sambung Febby, juga dalam rangka sosialisasi PT Mitra Bumdes Nusantara kerjasama dengan Dirjen PDTT. Selain itu salah satu semangat menjadikan bumnag di Sumbar sebagai upaya menjadikan BUMDes/BUMNag percontohan nasional.

“Ada 26 kepala dinas PMD dari kabupaten tertinggal di seluruh Indonesia, ada yang dari Kalimantan Timur, Kalimantas Tengah, Aceh, NTB, Nias, Sulawesi Tengah,” ucap Febby.

“Tentu saja kedatangan dari banyak kabupaten kemari ini mebuat spirit baru bagi pengelolaan BUMNag kemudian stakeholder yang lain yang berkepentingan, apakah itu pemda, Kemendes supaya ini menjadi model yang benar-benar bisa terekpos dengan baik,” tandas Febby.

Febby memberikan gambaran, bagaiman nantinya 26 kabupten itu setelah datang dan melihat BUMNag Pakandan Emas, kemudian bercerita kepada masyarakat di daerahnya bahwa di Sumbar sudah ada BUMNag percontohan.

“Coba bayangkan ini, 26 kabupaten datang, kepala dinasnya nanti dia akan bercerita di daerahnya, wah itu di Sumbar sudah ada BUMNang percontohan. Ini yang kita harapkan,” bebernya. (rilis/raksum)