Bupati dan Mantan Bupati Tanah Datar Hengkang dari Golkar Sumbar

1256
Irdinansyah Tarmizi dan Sadiq Pasadique

JURNAL SUMBAR | Padang – Tak hanya bakal calon legislatif (Bacaleg) dan kader Golkar Sijunjung yang akan mundur, Bupati Tanah Datar Irdinansyah juga siap-siap hengkang dari Golkar. Bahkan mantan Bupati Tanah Datar, Sadiq Pasadique yang sebelumnya di Golkar juga sudah hijrah ke Partai Amanat Nasional (PAN) dan jadi Bacaleg DPR RI.

Tak percaya? Ini penuturan kedua tokoh nasional dari Sumatera Barat itu pada awak media, Kamis (12/7/2018) melalui sambungan telepon selularnya.

Menurut mantan Bupati Tanah Datar, Sadiq Pasadiqu, ia bergabung di Golkar sejak tahun 1981. “Di Golkar ketika itu belum ada pelarangan PNS sebagai anggota Parpol. Sejak ada pelarangan tidak boleh PNS berpolitik, saya diam. Meski merasa kecewa dengan Golkar, saya juga tak melupakan kebaikan dan jasa-jasa Golkar,” ucap Sadiq Pasadiqu.

“Sama dengan suami istri, carai itu biasa. Kini saya di PAN dan siap maju sebagai calon DPR RI,” ucap Sadig ramah pada awak media dibalik telepon selularnya yang juga minta doa dan dukungan maju ke Senayan Jakarta.

Begitu juga halnya dengan Bupati Tanah Datar, meski ia didukung Partai Golkar menjadi bupati, dimungkinkan ia juga bakal hengkang. Bahkan ada salah satu partai telah menjajakinya sebagai kader partai tersebut.

“Ya, memang benar, belum lama ini saya sudah ada pembicaraan dengan bapak Surya Paloh (Nasdem). In sha Alloh, istri saya maju menjadi Caleg DPRD Sumbar dari Nasdem,” terang Bupati Tanah Datar, Irdinansyah itu kepada awak media.

Malah Irdinansyah ngajak bergabung ke Nasdem bagi politisi Golkar yang hengkang. “Kalau mau mari bergabung saja ke Nasdem, dan saya siap memberi rekomendasi,” ajak Irdinansyah.

Ironis memang, disaat Pemilihan Legislatif (Pileg) sudah di ambang pintu, sejumlah kader Golkar Sijunjung banyak yang lompat pagar dan pindah ke partai lain. Bahkan sebelumnya, sejumlah politisi Golkar Sumbar juga sudah banyak yang lompat pagar dan mundur dari Golkar.

Itu semua disebabkan kisruh dipusaran tubuh Partai Golkar Sumbar pimpinan Hendra Irwan Rahim itu tak kunjung mereda. Tak percaya? Lihat saja di Sijunjung misalnya. Dengan mundurnya para calon legislatif (Caleg) tentu akan mengurangi jumlah pengumpul suara di Pemilu 2019.

Bahkan sejumlah pengurus dan Bacaleg yang potensial sudah mundur dari Golkar. Sebut saja, Sapta, Del, Yusup, Antonio, Buya Nuril Kudus, Walinagari Pematang Marshal, Aliman, Vira, wali Sabirin, Fajar, Yunanto, Andika dan sejumlah Bacaleg lainnya juga telah mundur dari Golkar. Itu semua atas tidak jelasnya kepengurusan Golkar di Sijunjung.

“Kalau rata-rata bisa pengumpul suara 600 orang saja di Pileg, nah lebih dari 7200 suara Golkar hilang di Sijunjung. Berarti ada 7200 orang yabg keluar dari Oemilih Golkar. Bisa jadi ada sudah kursi hilang dan itu belum ditambah suara Hartani dan Doni Yasmon juga bakal hilang,” ujar sejumlah kader Golkar Sijunjung pada awak media, Rabu (11/7/2018).

Bahkan sejumlah kader juga mengancam tak akan memilih Hendra Rahim jika nyaleg di Dapil Sijunjung. Kalau Hendra yang nyaleg di Dapil Sijunjung tak akan kita pilih dan kita tolak. Kalau kami kader-kader yang selama ini tau dengan dia sudah hampir habis periodenya, tapi dia tidak pernah perhatikan daerah Sijunjung ini, tambah sumber itu.

Dengan kemelut dipusaran tubuh Partai Golkar jelas akan merugikan Golkar itu sendiri. Bahkan sejumlah para tokoh-tokoh masyarakat Sijunjung tentu ingin ada orang Sijunjung jadi anggota DPRD di Propinsi Sumbar. Tapi tak mungkin Hendra akan diterima di Sijunjung karena di Sijunjung juga banyak kader-kader partai lainnya,” tambah sumber itu lagi.

Ketua DPD I Partai Golkar Sumbar, Hendra Irwan Rahim yang dihubungi awak media pada Kamis (12/7/2018) telepon selularnya tak aktif. Bahkan juga di SMS dan di WhatsApp juga tak dibalas. Berikut bunyi SMS/WhatsApp awak media; ass.wr.wb
kita dari jurnal sumbar pak ketua;
informasi banyak bacaleg dan kader Golkar Sijunjung mundur dari Golkar dan hengkang dari Golkar serta politisi Golkar sumbar lainnya, seperti pak sadiq dan lain juga keluar dari gollar. Apa komentar ketua? (Saptarius)