Dialog dengan Ribuan Mahasiswa, Tiga Menteri ini Bagi-bagi Laptop dan Tabungan

53

JURNAL SUMBAR | Mataram – Lebih dari 2.000 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi se-Nusa Tenggara Barat (NTB) padati Convention Hall Lombok Raya Hotel, Mataram, NTB, Sabtu (7/7). Para mahasiswa ini hadir untuk mengikuti Dialog Nasional Indonesia Maju bersama Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, Menteri Pariwisata, Arief Yahya, dan Menteri Sosial, Idrus Marham.

Tak hanya berdialog, tiga menteri ini juga membagi-bagikan sejumlah laptop dan puluhan tabungan berisi juta rupiah kepada puluhan mahasiswa yang hadir.

Dalam dialog tersebut, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo mengingatkan peran mahasiswa dalam membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di desa. Partisipasi mahasiswa dapat dilakukan melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik.

“Nah partisipasi dari mahasiswa ini penting sekali untuk melakukan KKN. benevitnya apa dari KKN, kalian (mahasiswa) bisa melihat potensi yang sangat besar di Indonesia,” ujarnya.

Ia berharap, dalam KKN tematik tersebut para mahasiswa dapat menyalurkan pengetahuan kepada masyarakat desa dengan melakukan berbagai pendampingan. Menurutnya, kontribusi tersebut sangat membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di desa. Ia mengakui, masih banyak masyarakat di desa yang membutuhkan berbagai pendampingan seperti dalam memanajemen Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Program-program di desa hanya akan berhasil kalau kita lakukan pendampingan. Kalau melakukan pelatihan biayanya akan sangat mahal,” ujarnya.

Menteri Eko mengatakan, pendampingan demi peningkatan sumber daya manusia di desa sangat penting untuk membantu mengatasi kesenjangan. Sebab semakin meningkatnya kesenjangan kaya dan miskin, akan berpotensi besar menimbulkan gejolak sosial.

“Pertumbuhan ekonomi yang pesat tanpa dikurangi kemiskinan akan menimbulkan gejolak sosial. Yang akan menghambat pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Pertumbuhan ekonomi harus dibarengi dengan pengurangan gap antara yang kaya dan miskin,” ujarnya.

Terkait pertimbuhan ekonomi Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengatakan, Indonesia sebagai negara besar harus bergerak cepat demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, persaingan bukan persoalan besar atau kecilnya sebuah negara, namun lebih pada persoalan siapa cepat memakan yang lambat.

“Indonesia sekarang tumbuh tiga kali lipat dibandingkan dengan dunia. Pariwisata Indonesia tumbuh 22 persen,” ujarnya.(rilis kemendes)