Didukung Dana Desa, Presiden World Bank Kagumi Upaya Indonesia Tangani Stunting

81

JURNAL SUMBAR | Bali – Presiden World Bank atau bank dunia, Jim Yong Kim mengunjungi sejumlah lokasi di Bali, Kamis (5/7).

Dalam kunjungan itu, Kim didampingi oleh Menteri Kordinator Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki.

Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa kunjungan ini terkait persiapan Pertemuan IMF World Bank dan melihat perkembangan masalah program stunting atau kekurangan gizi di Indonesia.

“Stunting itu masalah demografis yang berkualitas. Jangan sampai terjadi stunting generation di Indonesia. Jadi, pimpinan bank dunia sangat perhatian mengenai hal itu (stunting),” kata Menko Luhut usai mengunjungi Garuda Wisnu Kencana pada Kamis (5/7), kemarin.

Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim pun salut dengan keberhasilan bangsa Indonesia yang berada pada kondisi yang baik dalam menangani permasalahan stunting.

“Saya kagum dengan upaya yang dilakukan dalam upaya mengatasi masalah stunting ini,” katanya.

Sementara itu, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo kerap mengatakan bahwa Kemendes PDTT telah mengarahkan dana desa untuk empat program prioritas yang salah satunya adalah pembangunan embung. Dalam setiap pembangunan embung itu akan diberikan bibit ikan yang merupakan sumber protein hewani yang juga dapat berdampak pada pengurangan stunting.

Berdasarkan laporan dari Kementerian Kesehatan jumlah stunting telah mengalami pengurangan 10 persen selama tiga tahun terakhir. Penurunan tersebut disebabkan karena semangat kepala desa yang terus membangun infrastruktur yang dapat mengurangi potensi stunting.

“Dana desa sudah banyak membangun infrastruktur yang begitu besar yang sebenarnya itu bisa mengurangi stunting. Seperti sarana air bersih yang sudah puluhan ribu unit, MCK yang sudah seratusan ribu unit, PAUD, Polindes, Posyandu, drainase dan lainnya yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa dan mengurangi stunting,” katanya.(rilis kemendes)