Disisir Sampai 7 KM, Korban Perahu Karam di Batang Ombilin Belum Ditemukan

100

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Memasuki hari kedua pencarian terhadap korban Dasril alias Dobin, 45 tahun warga Sungai Gemiri yang menjadi korban tenggelamnya perahu di Sungai Batang Ombilin Pulsu Basuang, Nagari Padang Laweh, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Propinsi Sumatera Barat, belum juga menemukan korban.

Bahkan pencarian korban yang sudah memasuki hari kedua, pihak Tim SAR dan BPBD Sijunjung serta Personil Polres Sijunjung dibantu warga belum juga membuahkan hasil. Pencarian hingga 7 kilometer namun korban belum ditemukan.

“Hingga kini korban Dasril alias Dombin belum juga ditemukan. Bahkan pencarian hingga mencapai radius 7 kilometer dari TKP (Tempat Kejadian Peristiwa) korban belum juga ketemu. Pencarian hingga ke perbatasan Nagari Silokek (Sijunjung, tapi korban tetap tak ditemukan,” kata Kapolres Sijunjung, AKBP Haji Imran Amir, SIK, MH melalui Kapolsek Koto VII, AKP Haji Suyanto, SH kepada awak media, Rabu (4/7/2018).

“Karena hari sudah larut malam, pencarian terpaksa dihentikan. In sha Alloh pencarian kembali dilakukan esok hari (Kamis, 4/7/2018). Meski begitu, Tim SAR, BPBD dan Polres Sijunjung (Polsek Koto VII) bersama warga masih tetap ada yang memantau disepanjang aliran sungai. Apalagi arus sungai kian deras dan bertambah memaksa tim harus istirahat,” terang Kapolsek Koto VII Suyanto.

“Mudah-mudahan besok (Kamis,4/7/201-red) pagi korban sudah mengapung dan kita sama-sama berdoa dan mengharapkan korban segera ketemu,” tambah Suyanto.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sijunjung, Hardiwan,SIP, juga membenarkan pencarian korban untuk sementara dihentikan. “Karena sudah larut malam, dan arus sungai kian bertambah terpaksa pencarian dihentikan. Kalau kita paksakan melakukan pencarian akan berdampak dan beresiko,” jelas Hardiwan.

Selain melibatkan Tim SAR (Search And Rescue) yang di Ketuai Tim Basarnas Padang Wahyu Hidayat, pencarian korban juga dilakukan anggota BPBD, Polri, dan anggota Kodim 0310/SS dan warga. Bahkan pihak BPBD Sijunjung dan Tim SAR juga telah mendirikan tenda dan posko dipinggiran lokasi korban tenggelam.

Dan Ketua Tim BPBD Kabupaten Sijunjung Arnoflis turun langsung membantu pencarian korban bersama Badan Penangguangan Bencana Daerah.

Terpantau sejak pagi Tim SAR, BPBD Sijunjung dan anggota Polres Sijunjung, anggota Kodim 0310/SS dan warga sudah memadati pinggiran sungai Batang Ombilin sejak pagi hingga malam. Mereka melakukan penyisiran menggunakan perahu karet milik Tim SAR Padang dan BPBD Sijunjung. Namun hingga 12 jam pencarian, hingga Rabu (4/7/2018) malam pukul 19.55 WIB korban belum ditemukan.

Seperti dilaporkan sebelumnya, bahwa hingga Selasa (3/7/2018) malam pukul 20.17 WIB, aparat kepolisian Polsek Koto VII beserta BPBD Sijunjung dan warga masih melakukan penyisiran. Malah Wabup Sijunjung Arrival Boy dan Kapolsek Koto VII, AKP Suyanto, SH, turut serta menyisir sungai Batang Ombilin.

Seperti diberitakan senelumnya, kelima warga yang menjadi korban arus Sungai Batang Ombilin Pulsu Basung, Jorong Sungai Gemiri, Nagari Padang Laweh, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Propinsi Sumatera Barat itu adalah, Baktri panggilan Pondok, 56 tahun, Jumaidi alias Ijum, 45 tahun, Sicuk, 43 tahun, dan Widaya,15 tahun semuanya warga Jorong Sungai Gemiri, Nagari Padang Laweh Kecamatan Koto VII, yang selamat.

Sedangkan korban Dasril panggilan Dombin, 45 tahun, Tobo, warga Jorong Sungai Gemiri, Nagari Padang Laweh, Kecamatan Koto VII, hingga kini korban belum di temukan.

Kejadian itu berawal sekitar pukul 16.00 WIB, korban Dasri alis Dombin beserta 4 orang lainnya hendak pulang kerumah sehabis panen padi orang lain dengan mengunakan perahu dayung. Setelah berjalan di Sungai Batang Ombilin sekitar 10 meter, perahu dayung tersebut terbalik dihantam arus sungai.

Empat orang korban selamat berpegangan pada perpohonon yang ada dipinggir sungai dan akhirnya dapat selamat. Sayangnya, korban Dombin tak terselamakan bahkan sampai saat ini belum ditemukam.

“Selanjutnya 4 orang yang selamat di bawa ke Puskesmas Padang Laweh untuk di lakukan perawatan,” terang kapolsek.

Karena hari larut malam dan arus cukup deras, akhirnya pencarian korban dihentikan. Bahkan pada Rabu (4/7/2018) pencarian korban dilanjutkan. Namun hingga malam korban juga belum ditemukan.

Kesepakatan penghentian pencarian korban tersebut setelah adanya saling berkoordinasi dengan pemerintahan nagari dengan BPBD Kabupaten Sijunjung dan juga bersepakat mencari korban bersama masyarakat esok hari (Kamis, 5/7/2018).

“Itu hasil kesepakatan bersama pencarian dilanjutkan Kamis (5/7/2018) besok pagi karna air cukup deras dan hari sudah malam,” tambah kapolsek. Saptarius