Era Digital, Dirjen PDT Samsul Widodo: Peluang Tingkatkan Ekonomi Daerah Tertinggal

112

JURNAL SUMBAR | Surabaya – Era Digital bisa menjadi peluang untuk meningkatkan perekonomian daerah tertinggal, untuk itu Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Dirjen PDT) Samsul Widodo mengajak kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pengentasan daerah tertinggal untuk memanfaatkan peluang tersebut. Ajakan ini disampaikannya saat membuka Rapat Bersama Pemerintah Daerah tentang Penyusunan Kebutuhan Sarana dan Prasarana Daerah Tertinggal Prioritas Terentaskan Tahun 2019, Rabu (18/07).

Rapat bersama yang diselenggarakan di Surabaya itu dihadiri oleh para pejabat lingkup Ditjen PDT, 24 perwakilan dari pemerintah kabupaten daerah tertinggal dan menghadirkan narasumber dari BAPPENAS, Biro Perencanaan Kemendesa PDTT, Tim BLANJA.COM, Tim Kelompok Riset Pemberdayaan Fisip Universitas Negeri Jember. Kegiatan itu dilaksanakan mulai hari ini hingga tanggal 20 Juli 2018 mendatang.

Dalam kesempatan itu Dirjen PDT Samsul Widodo menekankan pentingnya forum yang diadakan untuk mempersiapkan rencana kegiatan 2019 dengan lebih baik. Sehingga akan dapat mengkatkan performance dengan lebih baik.

“Isu yang ingin kita kuatkan adalah penyusunan proposal sehingga bisa melihat secara persis kebutuhan yang ada di daerah tertinggal. Selain itu, isu yang kita tekankan adalah DAK Afirmasi yang perlu dioptimalkan sebesar-besarnya untuk percepatan pembangunan daerah tertinggal. Untuk mendukung isu di atas, perlu pendampingan khusus dan fasilitasi melalui technical assistant untuk dinas teknis di daerah tertinggal untuk penyusunan proposal sehingga kualitas proposal semakin baik,” paparnya.

Terkait dengan era digital, lanjut Dirjen PDT, saat ini kita masuk pada situasi seperti itu. “Jadi mau tidak mau, di daerah tertinggal juga bisa memanfaatkan situasi itu sebagai suatu peluang untuk meningkatkan perekonomian di daerah tertinggal,” tegasnya.

Dia berharap, ke depan, data yang disajikan dari daerah semakin baik, koordinasi semakin berkualitas dan ada peluang yang bisa dimanfaatkan untuk pembangunan daerah tertinggal selain dari pendanaan negara. (rilis)