Gangguan Jiwa, Seorang Warga Kombuik Koman Sijunjung Gantung Diri

538

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Seorang pemuda ditemukan tergantung di tiang tower Sutet PLN yang tidak jauh dari rumah warga. Peristiwa tersebut membuat warga Jorong Kombuik Koman, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Sijunjung geger.

Pemuda tersebut bernama Ade Irama (22) warga Jorong Koran, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung.

Jasad korban ditemukan dalam keadaan tergantung pada Rabu 25 Juli 2018 sekitar pukul 10.00 WIB, oleh pengembala sapi di areal tower tersebut.

Sesampai dilokasi, warga melihat seseorang yang sedang tergantung dengan leher terikat di salah satu tiang, kemudian memberitahukan ke warga lainya hingga ke polisi.

Kasubag Humas Polres Sijunjung, Iptu Nasrul Nurdin mengatakan korban pernah mengalami gangguan jiwa semenjak berhenti kuliah pada Desember 2017 lalu, dan sudah menjalani pengobatan di rumah sakit jiwa di Padang.

“Dari keterangan pihak keluarga, korban sempat mengalami gangguan jiwa semenjak berhenti kuliah, dan menjalani proses pengobatan di RSJ Padang,” katanya.

Pihaknya menjelaskan, mendapat informasi tersebut jajaran polsek Sijunjung bersama anggota dan Babhinkamtibmas nagari Pematang Panjang langsung turun ke lokasi dan melakukan olah TKP serta evakuasi korban. “Setelah dilakukan olah TKP dan visum di RSUD, pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah, dan jasad korban dipulangkan kerumah duka,” jelasnya.

Nasrul melanjutkan, mendapat informasi tersebut jajaran polsek Sijunjung bersama anggota dan Babhinkamtibmas nagari Pematang Panjang langsung turun ke lokasi dan melakukan olah TKP serta evakuasi korban.

“Setelah dilakukan olah TKP dan visum di RSUD, pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah, dan jasad korban dipulangkan kerumah duka,” jelasnya.

Sementara itu, Walinagari Pematang Panjang, April Marshal mengatakan bahwa korban sebelumnya tinggal bersama keluarga di Kabupaten Dharmasraya.

Dari keterangan warganya, korban masih tercatat sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Kabupaten Tanah Datar, namun karena menderita sakit korban berhenti kuliah dan menjalani pengobatan

“Korban bukanlah warga yang tercatat di nagari Pematang Panjang, namun memang berdomisili disana bersama ayahnya,” jelasnya. [Muhammad Haikal]