Harga Sawit Dimainkan Pengusaha Pabrik Kelapa Sawit?

Oleh Yuharzi Yunus

373
Yuharzi Yunus

Menyerahkan kepada seorang pengusaha untuk membangun pabrik Sawit dengan tujuan mengatasi fluktuasi harga yang sering berada di bawah harga patokan, bukanlah sebuah solusi yang tepat, malahan justru bisa memperparah kondisi.

“Jadi kita tidak bisa berharap banyak pada Bos Incasi Raya itu. Sepuluh lagi ditambah pembangunan pabrik oleh Incasi Raya, tidak akan merubah keadaan, petani akan tetap berada pada posisi yang kurang beruntung, karena ngak ada persaiangan harga, dan ini akan memunculkan monopoli dalam perdagangan,” kata Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Sumbar, H. Saidal Masfiuddin, SH memberikan komentarnya terhadap tulisan saya terdahulu terkait cara mengatasi harga sawit yang sering anjlok dibeberapa wilayah di Sumbar.

Dalam tulisan sebelumnya saya memberikan alternatif solusi mengatasi anjloknya harga komoditas ekspor ini, yaitu dengan cara menyerahkan kepada bos PT Incasi Raya menambah pabriknya dengan kapasitas volume olah produksi yang besar dibanding yang ada sekarang.

Menurut Saidal Masfiuddin, menyerahkan kepada seseorang membangun pabrik itu akan dapat memicu munculnya praktek monopoli.

Sekarang saja setiap perusahan kebun sawit berskala besar masing masing memiliki pabrik, namun dengan alasan kapasitas produksi rendah ternyata ini menjadi alasan bagi pabrik tidak menerima pasokan TBS (Tanda Buah Segar) dari pedagang pengumpul.

Kalau dibeli juga, tapi harganya dibawah harga patokan, beli tak beli.

Lantas anggota DPRD dari Suantih ini menyebutkan solusinya terbaik mencegah anjloknya harga sawit khusus di Pesisir Selatan, menurut dia Pemda bangun pabrik, bangun dengan Perusahaan Daerah. Kalau tidak, cari investor yg serius.

Kecuali itu PT Incasi Raya yang memiliki kebun dan pabrik di Pesisir Selatan serta di beberapa kabupaten lain, harus mematuhi aturan tentang standar harga yang telah disepakati bersama oleh Asosiasi Pengasuhan Pabrik Sawit, Petani, LSM dan pemerintah (Disbun).

Ulah Pengusaha?

Anjloknya harga sawit yang terjadi di Sumbar saat ini disinyalir akibat ulah dari pengusaha pabrik yang seenaknya menurunkan harga sesuai dengan patokan harga.

Di Sumbar banyak pabrik yang dibangun untuk menampung produksi kebun inti, plasma maupun kebun swadaya milik masyarakat Sumbar.

Salah satu perusahaan berskala besar bergerak di bidang perkebunan Sawit di Sumbar PT Incasi Raya, saya mencoba mengontak pihak Humas salah satu perusahaan tersebut untuk mendapatkan Informasi yang berimbang terkait anjlok harga sawit ini.

Namun sang humas masih enggan dan belum bersedia memberikan jawaban atas pertanyaan saya yang disampaikan lewat SMS.

Ya… Saya memang bertanya lewat SMS, karena yang bersangkutan ditelpon dua kali tak diangkat meskipun HP yang dituju tidak sedang sibuk. (Penulis adalah wartawan senior di Pessel)