Lelang Jabatan Sekda Dharmasraya, Dua Urang Surau Diunggulkan

106

JURNAL SUMBAR | Dharmasraya – Pertarungan memperebutkan kursi Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya terbilang sengit. Pasalnya, meski pelamar tidak terlalu banyak, namun mereka adalah orang orang yang menonjol di bidang masing masing. Termasuk dua urang surau yang dikenal disiplin, terampil, punya wawasan luas visioner dan punya track record jempolan.

Memang sejak pekan lalu, Bupati Sutan Riska menggelar proses lelang terbuka untuk satu jabatan tinggi pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya. Sejak ditinggal pensiun Ir. H. Benny Muhtar, MM tiga tahun lalu, jabatan birokrasi tertinggi di Tanah Mekar itu belum diisi secara depinitif. Dua pejabat yang mengisi kursi empuk  yang ditinggalkan Benny statusnya cuma pelaksana tugas, sekarang istilahnya Pj.

Proses lelang jabatan itu diikuti oleh tujuh peserta, yaitu H. Adlisman, S.Sos., M.Si (Pj. Sekda sekarang), Paryanto, S.Sos, MT (Kepala Bakeuda), Drs. H. Martoni, Apt (Asisten Sekda Bidang Administrasi Umum), Yusuf, SH (Asisten Sekda Bidang Pemerintahan), Drs. Andi Sumanto (Kepala Bappeda), dr. Rahmadian (Kepala Dinkes) dan  pesert termuda Boby Perdana Riza, S.STP., M.Si.

Dari  tujuh peserta tersebut, empat di antaranya merupakan jebolan sekolah tinggi pamong praja, dimana sekolah tersebut memang untuk menyiapkan para birokrat di bidang pemerintahan. Dari empat pamong praja tersebut, dua di antaranya dijuluki rang surau, yaitu Adlisman dan Paryanto. Kedua sosok tersebut merupakan pejabat yang terkenal religius dan tidak neko neko. Diluar empat pamong praja, ada satu apoteker, satu dokter dan satu sarjana di bidang hukum.

Dilihat dari pengalaman jabatan, rata rata semua telah pernah me duduki jabatan strategis. Bahkan jabatan jabatan yang pernah mereka emban erat kaitannya dengan jabatan Sekda. Sebut saja Adlisman, dia pernah menjadi Kepala Bappeda, pernah juga me jadi Kepala BP2TPBJ, pernah menjadi Kepala Dinas Koperindag serta menjadi Asisten Sekda Bidang Ekbang. Adlisman adalah sosok pejabat yang ditopang dengan pengalaman jabatan yang sangat lengkap, karena pernah menduduki empat kali jabatan eselon IIB.

Sementara peserta lain rata rata baru berpengalaman menduduki jabatan eselon IIB sebanyak dua kali. Kendati demikian, pengalaman jabatan bukan satu satunya ukuran dalam penilaian panitia seleksi jabatan Sekda. Banyak kriteria lain yang dinilai, seperti kemampuan akademik dan kelengkapan administrasi. Dan terakhir siapa yang bakal lolos seleksi tentu ditetapkan oleh bupati kepala daerah. Rilis