Mendes PDTT Terima Penghargaan Tokoh Pemberdayaan Rumah Zakat

40

JURNAL SUMBAR | Jakarta – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PSTT) Eko Putro Sandjojo menerima penghargaan sebagai Tokoh Pemberdayaan dari Rumah Zakat. Penghargaan tersebut diberikan saat menghadiri perayaan hari ulang tahun Rumah Zakat ke-20 di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (26/7).

Menteri Eko saat memberikan sambutan pada kegiatan tersebut menyampaikan ucapan terima kasih kepada Rumah Zakat karena telah berkontribusi mengurangi angka kemiskinan di desa. Menurutnya, Rumah Zakat juga telah berkontribusi mengurangi kesenjangan.

“Rumah zakat bukan hanya membantu masyarakat miskin dengan memberikan ikan, tetapi juga memberikan kailnya, dengan membantu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan sebagainya. Jadi zakat membantu kita mengurangi kesenjangan,” ujarnya.

Menteri Eko mengapresiasi program Rumah Zakat untuk mengentaskan 5.000 desa tertinggal menjadi desa mandiri. Yang mana program tersebut telah terealisasi sebanyak 2.000 desa.  Untuk itu ia mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk menyalurkan zakat dan membantu Rumah Zakat mengentaskan desa-desa tertinggal.

“Zakat sudah diatur oleh agama untuk membantu mengurangi kesenjangan. Rumah Zakat ini punya program akan mengentaskan 5.000 desa tertinggal menjadi desa mandiri. Sekarang sudah terentaskan 2.000 desa tertinggal dari zakat. Terimakasih rumah zakat karena ikut berkontribusi,” ujarnya.

Terkait hal tersebut, CEO Rumah Zakat, Nur Efendi mengatakan, program Rumah Zakat tahun 2018 fokus pada satu model pemberdayaan yang terintegerasi pada wilayah perdesaan. Sebab menurutnya, kondisi desa masih sangat memprihatinkan yang tentu membutuhkan uluran tangan.

“Kenapa desa? Kemiskinan terakhir menurun paling banyak itu di desa. Kalau kita bedah desa itu sebenarnya (kondisinya) parah sekali,” ujarnya.

Ia mengatakan, program Rumah Zakat untuk perdesaan ini tersebar dari Aceh hingga Papua. Menurutnya, hal tersebut adalah cara bagi Rumah Zakat untuk berkontribusi pada negara.

“Ini adalah cara kita untuk bisa berkontribusi pada Indonesia,” ujarnya. (rilis)