Minangkabau Begawai 2018, Wagub Nasrul Abit Ajak Perantau Sama-sama Bangun Sumbar

44

JURNAL SUMBAR | Lampung – Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit membuka Minangkabau Begawai 2018, yaitu silaturrahmi Pemerintahan Sumatera Barat dengan Perantau Minang Provinsi Lampung dalam rangka peningkatan kerjasama di bidang sosial, budaya dan ekonomi di Bandar Lampung, Kamis (26/7/2018).

Wagub Nasrul Abit dalam kesempatan itu menyampaikan, pembangunan Sumatera Barat tidak terlepas dari peran perantau dalam memajukan nagari.

Memaksimalkan peran perantau inilah menjadi inspirasi bagi pemerintah Sumatera Barat membangun kerjasama dengan potensi daerah perantau dengan potensi ranah, sehingga senegritas ini mampu menumbuh perkembangan yang saling menguntungkan satu sama lainnya.

Hadir dalam kesempatan itu, Wagub Lampung Bahtiar Basri, Wakil Ketua Gebu Minang Pusat, Irjen Pol Marwan Paris, Datuak Ketemangguan Pengurus Makamah Adat Alam Minangkabau, Ketua Gebu Minang Ginta Wiryasenjaya serta pengurus IkatanKeluarga Besar Sumatera Barat (IKSB) serta tokoh-tokoh minang yang ada dalam jurai-jurai di Provinsi Lampung.

Lebih lanjut Wagub Nasrul Abit, masyarakat minangkabau dengan filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK), merupakan “indak lakang dek paneh, indak lapuak dek hujan”.

Dimana adat dan budaya Minangkabau, sesuatu yang seyogya selalu dalam kepribadian setiap masyarakat minang itu sendiri dalam sehari-harinya. Dengan diadakannya pertemuan hari ini akan terjalin, semoga kerjasama dan sinergitas adat dan budaya juga menjadi sesuatu keakraban dan silaturrahmi yang lebih baik lagi di masa-masa mendatang, harap Wagub Nasrul Abit.

Wagub Nasrul Abit juga menyampaikan, saat ini bicara ekonomi Sumatera Barat, pertumbuhan 5,6 persen, angka kemiskinan 6,72 persen, ekspor 120,2 juta, import 37 juta pertahun dan inflasi tahun 2017 2,83 persen termasuk terendah di Indonesia yang baru saja dapat perhargaan dari presiden RI kemaren.

Sumatera Barat memiliki kawasan hutan lindung dan taman nasional 6,7 persen, ada tambang dan emas yang tidak bisa kita ekploitasi, kawasan hutan ini merupakan tumpuan penyanggah pulau Sumatera dan juga sebagai paru-paru dunia. Karena ini memang wajib kita jaga bersama.

Oleh karena itu sektor yang bisa dikembangkan hanyalah sektor pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan yang pada dasarnya dapat kita bangun kerjasama dengan pemerintah Provinsi Lampung yang telah maju dalam sektor tersebut.

Kita juga ada tuna di Mentawai yang juga telah dibangun Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) di Sikakap. Soal pariwisata tahun 2018 ada kenaikan kunjungan wisata sebesar 18,8 persen. Kemarena kunjungan hari lebaran ada 140 ribu ke Sumbar dan dan saat ini ada 30 ribu belum kembali, yang menyebabkan tiket pesawat termahal itu adalah ke Padang dengan nilai target 1,9 juta dan kenyataan hari ini 2,4 juta melalui garuda.

Kemudian pantai Padang pelabuhan muaro Padang juga sedang dikembangkan pelabuhan marina dan pengembangan kawasan wisata yang juga tersedia lahan untuk membangun hotel dan penginapan. Dan juga ada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandeh yang tahun 2019 akan dimulai pembangunannya dan banyak lagi termasuk pelabuhan Ketapang Pasaman Barat dan produksi dan pabrik sawit yang telah mencapai 120,2 juta ton CPO pertahun. Jika ada para pengusaha dan perantau minang Lampung yang ingin berinvestasi kita akan akan sambut dengan tangan terbuka, seru Nasrul Abit ceria.

Sementara Wakil Gubernur Lampung, H.Bachtiar Basri, mengatakan bahwa Lampung juga bagian Minangkabau. Karena itu, Ia sangat berterima kasih atas kehadiran pucuk adat Minangkabau yang dipertemukan dengan tokoh adat utusan dari kerajaan kerajaan Lampung.

“Budaya Lampung sangat menghormati siapapun yang datang ke Lampung, bahkan rela berhutang untuk memuliakan tamu,” ujar Wagub.

Ketua DPW Gebu Minang Provinsi Lampung, Ginta Wirya Sanjaya, dalam sambutannya menyatakan, bersyukur dengan kehadiran pucuk adat Minangkabau. “Selama adanya Gebu Minang baru kali ini dihadiri oleh para pemangku adat dan pembesar kerajaan Lampung,” ungkap Ginta. rilis